Untuk itu pada momentum Hari Kelautan Sedunia ini, ia mengajak semua pihak untuk maknai sebagai pengingat bahwa laut bukan hanya ruang hidup, tetapi juga sumber pangan, budaya, ekonomi, dan identitas masyarakat pesisir. Di tengah ancaman perubahan lingkungan dan aktivitas manusia yang destruktif, momentum ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama
”Laut adalah warisan yang harus dijaga dengan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan tindakan nyata. Melalui semangat Hari Kelautan Sedunia ini, mari kita rawat laut bukan hanya untuk hari ini, tetapi demi masa depan anak cucu Papua,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Video itu ramai diperbincangkan di media sosial TikTok, dalam video itu menyebutkan bahwa investor dapur…
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons positif usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Gagasan ini dilemparkan Pigai sebagai bentuk reposisi tata kelola kelembagaan yang dinilai perlu beradaptasi dengan…
Tak ada sekat budaya di kapal mungil berbobot sekitar 5 gross tone (GT) itu. Obrolan…
Bagi masyarakat adat Sentani, ikan ini bukan sekadar sumber pangan. Gabus Sentani memiliki nilai budaya,…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan…