

Seorang nelayan tradisional di wilayah Harlem, Distrik Depapre Kabupaten Jayapura saat mencari ikan di perairan Depapre yang dikenal memiliki potensi perikanan yang menjanjikan. Meski begitu ada ancaman serius terkait kerusakan ekosistem laut yang terus terjadi hingga sekarang. Pemerintah dan masyarakat diminta peduli agar laut di Papua tidak semakin rusak. Foto diambil Sabtu (6/6) pekan kemarin. (Gamel Cepos)
JAYAPURA – Memperingati Hari Kelautan Sedunia atau World Oceans Day (WOD) yang jatuh setiap, 8 Juni, menjadi momentum untuk merefleksikan diri bagi semua orang mengenai kondisi wilayah pesisir dan laut terutama di Papua yang kini tengah berada di persimpangan jalan. Di balik predikatnya sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (megabiodiversity), laut Papua menyimpan paradoks besar, potensinya belum dieksplorasi secara optimal, namun kerusakannya terus berjalan secara masif sepanjang waktu.
Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan FMIPA Universitas Cenderawasih sekaligus Ketua Pusat Studi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PS2KP) Universitas Cenderawasih, Dr. Yunus Pajanjan Paulangan, S.Kel., M.Si, menegaskan bahwa ekosistem laut Papua saat ini dikepung oleh berbagai ancaman serius, mulai dari hulu hingga ke hilir.
Menurutnya aktivitas manusia di daratan menjadi salah satu penyumbang terbesar rusaknya ekosistem laut. Di kota-kota pesisir seperti Kota Jayapura, perilaku membuang sampah langsung ke laut masih menjadi persoalan utama yang sangat serius. Tidak hanya itu, sedimentasi dari daratan juga terus berlangsung, memicu kerusakan terumbu karang dan mengganggu biota perairan.
Ancaman tersebut sebutnya diperparah oleh dari sampah plastik dan limbah domestik yang mencemari perairan, tekanan aktivitas pembangunan di wilayah pesisir, praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan trawl (pukat harimau), bahan peledak (bom), serta pemakaian bius atau racun hingga alih fungsi lahan dan ekstraksi mangrove berlebihan, yang dampaknya sangat terlihat di kawasan lindung seperti Teluk Yotefa.
Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…
Usai terpilih, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musda dan pengurus sebelumnya yang telah membangun…
‘’Dari laporan yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2…
Bupati Merauke Yospeh Bladib Gebze memastikan akses Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang saat ini…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan operasi ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C,…