Diketahui, peristiwa penganiayaan bermula pada Senin siang ketika korban bersama rekannya hendak berangkat bekerja. Saat melintas di depan Alfamidi Argapura, ban sepeda motor yang mereka gunakan mengalami pecah. Rekan korban kemudian kembali ke Angkasa Pura untuk mengambil uang guna memperbaiki ban, sementara korban menunggu di lokasi kejadian sambil menjaga sepeda motor.
Namun, saat berada di lokasi, korban diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda setempat. Tidak terima dengan kejadian tersebut, korban kembali ke Angkasa Pura dan melaporkan peristiwa itu kepada keluarganya. Pada Senin malam, korban bersama keluarganya mendatangi kawasan Argapura, yang kemudian berujung pada aksi pertikaian antarwarga.
Bentrokan tidak terhindarkan hingga terjadi aksi saling serang. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa dan meredam situasi. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga…
Ia menegaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam forum tersebut merupakan pandangan pribadi. "Pada kesempatan ini saya…
Polda Metro Jaya memastikan rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok…
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Papua Raya sempat tertinggal lebih dulu di menit cepat di menit ke 2 oleh pemain…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…