Diketahui, peristiwa penganiayaan bermula pada Senin siang ketika korban bersama rekannya hendak berangkat bekerja. Saat melintas di depan Alfamidi Argapura, ban sepeda motor yang mereka gunakan mengalami pecah. Rekan korban kemudian kembali ke Angkasa Pura untuk mengambil uang guna memperbaiki ban, sementara korban menunggu di lokasi kejadian sambil menjaga sepeda motor.
Namun, saat berada di lokasi, korban diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda setempat. Tidak terima dengan kejadian tersebut, korban kembali ke Angkasa Pura dan melaporkan peristiwa itu kepada keluarganya. Pada Senin malam, korban bersama keluarganya mendatangi kawasan Argapura, yang kemudian berujung pada aksi pertikaian antarwarga.
Bentrokan tidak terhindarkan hingga terjadi aksi saling serang. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa dan meredam situasi. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, selama ini pembangunan di Papua belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Ia menilai…
Menanggapi hal itu, Anggota DPR Papua, Alberth Merauje menegaskan bahwa persoalan PSN tidak dapat serta-merta…
Pemerintah Kabupaten Waropen mengukir sejarah baru dalam tata kelola keuangan daerah. Setelah selama 18 tahun…
Kontestan dari Semarang ini bahkan memperoleh lima standing ovation dari seluruh juri, yaitu Judika, Bunga…
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa masa…
Pangdam menengaskan, pihaknya tidak melakukan pelarangan ketika ada yang mau putar dan nonton bareng. Bahkan…