

Sejumlah bocah terlihat bermain meriam yang sempat mengganggu pengguna jalan yang melintas di daerah Dok IX, Distrik Jayapura Utara, Selasa (9/11). (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Meriam kaleng mulai ramai dimainkan anak-anak jelang memasuki akhir tahun, meresahkan warga. Khususnya warga yang berada di sekitar Dok IX, Distrik Jayapura Utara.
Pasalnya, seminggu terakhir hampir tiap sore tepatnya sekira pukul 15.00 hingga pukul 18.00 WIT, sejumlah bocah kerap memainkan meriam kalengnya di pinggir jalan atau depan rumah warga.
Tak hanya mengganggu ketentraman warga yang berada di sekitar lokasi, bunyi meriam kaleng tersebut juga mengganggu pengguna jalan yang melintas. Akibatnya, kendaraan kerap menghentikan kendaraannya secara mendadak.
Seorang warga Kampung Baru, Kompleks Pertanahan Dok IX bernama Susan mengaku terganggu dengan bunyi dari meriam kaleng tersebut. Bukan hanya dirinya yang terganggu, namun juga pengguna kendaraan yang melintas.
“Kita sudah tegur berkali-kali, namun anak-anak tidak mendengar. Bahkan, ada orang tua yang mengejar dan memukul mereka, tapi keesokan harinya mereka melakukan hal serupa,” tutur Susan kepada Cenderawasih Pos, Selasa (9/11).
Dikatakan Susan, bukan hanya dirinya yang kerap menegur anak-anak yang bermain meriam kaleng tersebut. Melainkan pernah sekali waktu Polisi memberi imbauan namun tidak digubris.
“Semuanya kembali ke orang tua masing-masing untuk bisa menegur anak mereka, jika orang lain yang menegur mereka tidak dengar. Bunyi meriam teramat meresahkan bagi kami,” keluhnya.
Lanjut Susan, kebiasaan menjelang Desember memang anak-anak kawasan Dok kerap bermain meriam. Sesama mereka saling serang dengan menggunakan meriam kaleng tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Jayapura Utara AKP Jahja Rumra menerangkan, ke depannya jika tak mendengar imbauan maka akan ditertibkan Polisi. “Anggota sudah pernah tertibkan, tapi mereka tidak mendengar nanti kami tertibkan lagi. Memang menjelang Desember anak-anak sering bermain Meriam,” kata Kapolsek Jahja Rumra.
Kapolsek mengimbau warga untuk dapat mengawasi anak-anak mereka, apalagi mereka bermain meriam kleng di jalan raya yang bisa membahayakan pengguna jalan dan anak-anak itu sendiri.
Seorang anak yang enggan menyebutkan namanya mengaku, mereka bermain meriam sejak pukul 14.00 hingga pukul 18:00 WIT. Sesama mereka saling menyerang menggunakan meriam dengan bunyi meriam yang paling besar suaranya.
Ia juga menjelaskan mereka membuat meriam dari kaleng bekas yang disusun panjang. Kemudian diisi spritus lalu digoyang-goyangkan hingga nanti menghasilkan bunyi ledakan kecil.“Ini belum terlalu ramai mainnya kaka, ramainya itu pas Desember,” kata salah seorang anak yang melarang mereka difoto atau dividiokan saat bermain meriam tersebut. (fia/nat)
Maruli mengatakan, praktik transaksional dalam pengisian jabatan harus dihentikan karena telah berulang kali menyeret kepala…
Fenomena maraknya pejabat publik yang terjerat kasus korupsi dan menghiasi berbagai media massa belakangan ini…
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua, Muflih Musaad, mengatakan pemerintah…
Pelan namun pasti pembangunan di Jayapura terus melaku dan kian pesat. Hanya saja di tengah…
Ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan manajemen menghormati keputusan Owen Rahadiyan yang melepas…
Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…