

Kondisi bangunan atau gedung SMP N Kiwirok yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Selasa (7/10) (foto:Humas ODC)
JAYAPURA– Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Pegunungan Bintang kembali berulah. Jika beberaa waktu lalu membakar sejumlah bangunan milik pemerintah termasuk puskesma, kini aksi serupa kembali dilakukan. Yang dijadikan sasaran adalah bangunan SMP Negeri Kiwirok yang terletak di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok.
Sekolah ini dibakar hingga rata dengan tanah pada Selasa (7/10) pagi. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa aksi pembakaran itu pertama kali terpantau melalui pengawasan udara menggunakan drone milik Satgas. Dari hasil pemantauan, terlihat sekitar 16 orang tak dikenal yang diduga kuat merupakan anggota KKB Ngalum Kupel sedang melakukan pembakaran di area sekolah.
“Begitu terdeteksi, tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayuda (Mamta), Satgas BAIS, Satgas Rajawali, dan Polsek Distrik Kiwirok langsung bergerak menuju lokasi. Namun, saat tiba di tempat kejadian, para pelaku sudah melarikan diri ke arah Desa Delpem,” ungkap Brigjen Faizal.
Ia menegaskan bahwa aparat keamanan segera memperkuat pengamanan di sekitar wilayah tersebut, terutama di Desa Mangoldolki yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi lanjutan, termasuk kemungkinan pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok yang juga menjadi target KKB.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…