Categories: BERITA UTAMA

Pj Bupati Nduga Diminta Tak Perlu Takut

JAYAPURA-Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengungkapkan bahwa ancaman yang dilakukan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata, Egianus Kogoya terhadap Pj Bupati Nduga, Edison Gwijangge dianggap sebagai ancaman yang sudah biasa.

Baginya bekerja di Papua dengan penuh dinamika dan situasi keamanan yang kadang stabil kadang naik turun maka ancaman terhadap seorang pejabat bukanlah hal baru.

“Tadi saya baca di koran lagi bupati diancam, biarin saja diancam gak apa-apa. Biasa menjadi pemimpin itu kalau diancam-ancam itu biasa yang penting para pejabat, Bupati Nduga tidak perlu takut,” kata Kapolda kepada wartawan usai salat Jumat di Mapolda Papua, Jumat (6/10).

Yang penting menurutnya pejabat siapapun harus tetap  Kerja maksimal untuk melayani masyarakat karena keselamatan warga dipastikan akan dijaga oleh aparat TNI-Polri. Ia meminta pejabat siapapun jangan takut dengan yang namanya ancaman sebab jika ketakutan maka akan menggangu roda pemerintahan yang akhirnya masyarakat yang diurugikan.

“Kalau diancam-ancam kemudian pergi meninggalkan Nduga kan nanti terganggu aktivitas masyarakat dan ini justru membuat Egi merasa menang karena memang tujuannya disitu, mengganggu pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” bebernya.

  Bila pejabat ketakutan dan tak maksimal melakukan pelayanan publik bisa saja ada pihak atau kelompok lain yang memang menunggu momen ini. Kelompok atau orang-orang yang selama ini bersembunyi memanfaatkan isu itu untuk kepentingan-kepentingan mereka.

“Jadi untuk keselamatan tentunya kami aparat TNI-Polri siap untuk menjaga. Jadi tidak perlu dikhawatirkan,” tambahnya.

Kapolda menyebut ada beberapa kabupaten yang menjadi catatannya. Mulai dari Pegunungan Bintang, Nduga, Puncak, Intan Jaya, Yahukimo, dan Dogiyai. “Saya minta anggota jangan mundur sedikitpun. Tak boleh takut dengan  gerakan-gerakan yang dilakukan,” ujar Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Jumat (6/10).

Ia menyebut untuk Oksibil, Pegunungan Bintang saat ini sudah relatif kondusif namun pengejaran pelaku  lain terus dilakukan.

“Waktu terjadi kontak tembak saya sudah tempatkan anggota dari Sat Brimob Polda Papua di sana. Saya ada minta Satgas dimana mereka (KKB) ganggu maka kita datangi, tidak boleh aparat TNI-Polri mundur satu langkahpun,” jelas Kapolda.

Lalu untuk Distrik Serambakon dikatakan saat ini sudah ada pos yang ditempati anggota Brimob dari Papua.” “Nanti kita tambah dari teman-teman TNI. Kita berkolaborasi untuk jaga,” jelasnya.

Kapolda menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menambah pasukan jika dibutuhkan dan ia meminta anggotanya jangan gentar dengan aktifitas KKB. Apalagi hanya dengan dalih kemerdekaan kemudian bunuh membunuh orang yang tak berdosa hal tersebut tak bisa dibiarkan.

  “Makanya saya ada minta kepada anggota di lapangan kita tegakan hukum, jangan perlu takut.  Kalau bisa tangkap hidup, hidup. Kalau tidak ya sudah kita selesaikan,” tutupnya. (ade/wen)

Juna Cepos

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

8 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

9 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

9 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

10 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

10 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

11 hours ago