

Sekum KONI Papua, George Weyasu saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/8). (FOTO:Eryck / Cepos)
JAYAPURA – Kabar mengejutkan, atlet Papua terancam tak bisa tampil pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara pada bulan September tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, menyusul belum adanya penyerahan dana dari Pemerintah Papua. Sementara batas penyerahan kontribusi kontingen tinggal menghitung hari.
Diketahui, saat ini Panitia Besar (PB-PON) Sumatera Utara telah melakukan Delegation Registration Meeting (DRM) pada 7-9 Agustus. Kemudian dilanjutkan DRM di Aceh pada 12-14.
Dalam DRM ini, PB PON mengundang seluruh delegasi atau kontingen untuk melihat persiapan tuan rumah serta mengikuti sanggahan, dilanjutkan pengabsahan atlet dan membayar kontribusi 50:50 persen kepada tuan rumah untuk pembiayaan akomodasi, konsumsi serta transportasi lokal.
“Hari ini (rabu-red) registrasi delegasi sudah dimulai dan besok kewajiban kita membayar kontribusi konsumsi, akomodasi dan transportasi lokal harus dibayar,” ungkap Weyasu kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/8).
Weyasu memastikan Papua tidak akan tampil di PON XXI bila tak kunjung membayar kontribusi hingga batas waktu. Bahkan dia menyebutkan dalam DRM di Sumut hari (rabu-red) tak dihadiri oleh delegasi Papua.
“Hari ini tidak ada perwakilan Papua untuk hadir dalam DRM hari ini. Ini bukan tanggungjawab KONI lagi, tapi tanggungjawab provinsi. Kita dipastikan tidak akan ikut PON kalau kita tidak bayar kontribusi,” ujarnya.
Weyasu pun mempertanyakan terkait dana Rp 35 miliar yang akan diserahkan oleh Pemerintah Papua terhadap kontingen Papua. Dia khawatir mereka selama ini hanya sibuk membahas jumlah uang, namun uangnya tak ada.
“Informasi terkait Rp 35 miliar, menurut saya mungkin tidak ada uangnya, kita hanya berdiskusi seputar angka-angka dan persyaratan. Sebenarnya uangnya itu ada atau tidak,” pungkasnya. (eri/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…