

MIMIKA – Suasana duka menyelimuti masyarakat Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya. Sebuah ledakan terjadi di kawasan Kampung Toemalo merenggut nyawa seorang warga wanita bernama Endite Wea (18) warga Kampung Mbu. Ia meninggal dengan kondisi mengenaskan dimana dari gambar yang beredar terlihat tangan kanannya putus dan wajahnya penuh luka.
Ia meninggal akibat ledakan yang terjadi saat dirinya bersama sejumlah warga sedang beraktivitas di kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan warga saat itu warga sedang mencari serta membakar kelapa hutan di area yang diketahui pernah menjadi markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang dipimpin Purom Okiman Wenda.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh salah seorang warga, Oga Kiwo, kepada personel yang berjaga di pos keamanan. Setelah menerima laporan, personel pos segera menuju lokasi untuk melakukan observasi, membantu masyarakat, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti ledakan.
Sebelumnya beredarnya informasi dan tuduhan yang mengaitkan insiden tersebut dengan keterlibatan TNI, personel Satgas Koops TNI Habema bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat melakukan mediasi serta memberikan penjelasan kepada warga. Dari hasil komunikasi dan penelusuran awal, tidak ditemukan adanya aktivitas personel TNI di lokasi maupun di sekitar area kejadian saat ledakan terjadi.
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…