

Aksi pemalangan jalan yang dilakukan pihak keluarga korban buntut tewasnya dua pelajar SD dalam kecelakaan maut di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah pada Kamis (5/6)
Dua Anak SD Meninggal di TKP, Keluarga Korban Palang Jalan
MIMIKA – Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah pada Kamis (5/6) menjadi heboh. Ini tak lepas karena ada tiga orang dinyatakan tewas seketika. Kecelakaan ini juga sempat direkam oleh warga dan disebarluaskan melalui sosial media sehingga langsung ramai dibicarakan masyarakat Timika.
Terlihat, saat itu kondisi ketiga korban tergeletak di jalan. Sementara di sisi lain, seorang pengendara roda dua juga terlihat tengah beridiri di samping mobil usai terlibat kecelakaan maut bersama seorang pria lainnya yang diduga merupakan pengemudi mobil tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.05 WIT. Warga setempat yang mengetahui hal tersebut pun kemudian berkumpul. Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia. Diketahui, dua diantaranya merupakan anak sekolah, sedangkan satu orang lainnya merupakan pengendara.
Mereka saat itu sedang berangkat menuju ke sekolah. Selain ketiga korban yang meninggal dunia, ada satu korban lainnya yang juga mengalami patah tulang dan langsung dibawa ke rumah fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani perawatan medis sedangkan ketiga jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk dilakukan visum.
Diceritakan bahwa secara tiba-tiba muncul mobil yang datang dari arah Bandara Mozes Kilangin langsung menabrak median jalan hingga menyeberang ke arah Jalan Leo Mamiri hingga menabrak ketiga korban. Sementara itu, terkait dengan kecelakaan maut tersebut, Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Mimika pun telah melakukan olah Tempat kejadian perkara (TKP).
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…