Ironisnya dalam beberapa hari terakhir, sejumlah anggota DPRP yang sebelumnya menolak justru menyuarakan dukungan melalui media sosial. Perubahan sikap tersebut APMPPD menilai dapat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. “Perubahan sikap yang cepat, diam-diam, dan tidak disertai argumentasi terbuka ini memunculkan pertanyaan publik yang wajar. Apakah telah terjadi sesuatu di balik layar, Apakah ada tekanan politik, kompromi kepentingan, atau faktor lain yang mempengaruhi perubahan sikap tersebut,” tanya Jansen?.
Untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan dana benar-benar digunakan sesuai peruntukan, AMPPD meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga independen dan netral untuk melakukan audit ulang secara menyeluruh pengunaan dana Rp 44 Miliar itu. Audit tersebut diharapkan dapat menelusuri penggunaan dana pada tujuh dinas terkait dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat Papua. “Keterbukaan bukan ancaman bagi pemerintah, melainkan fondasi kepercayaan rakyat. Dana cadangan ini adalah titipan rakyat Papua,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…