

Amigelien Rumbewas Yigibalom Perempuan Papua Pertama Jadi Pilot Helikopter Explore, PT. Sayap Garuda Indah di pintu helikopter (foto:ISTIMEWA)
BIAK – Amigelien Yigibalom Rumbewas, wanita Papua pertama asal pegunungan yang berprofesi sebagai Pilot Helikopter. Oleh keluarganya diberikan julukan Mace Heli.
Anak dari pasangan almarhum Essau Yigibalom dan Amida F. Rumbewas ini mengawali karir sebagai pilot helicopter setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah penerbang Genesa Flight Academy 2018 dan Helicopter di Genesa Flight Academy 2022, dengan Rating License PPL, CPL/IR, Multy Engine, CPL Rotary.
Dengan prestasi akademisnya itu ia diterima bekerja di salah satu perusahan penerbangan yang bergerak di bidang explor yaitu Heli SGI ( PT. Sayap Garuda Indah) yang bermarkas di Denpasar, Bali.
Bersama seniornya Capten Fatoni mendapat penugasan dari perusahaan menerbangkan Helikopter Bali ke PNG (Papua New Guinea).
Transit di Bandara Frans Kaisepo Biak, tanah kelahiran ibundanya, untuk Refueling (pengisian bahan bakar) Selasa,(5/12) dia disambut dengan tarian adat Biak oleh paman, sanak dan familinya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Maha Kuasa karena bisa bertemu dengannya.
Wanita kelahiran Kepi, 11 September 1998 silam itu pernah mengenyam pendidikan di SD YPK Betlehem, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1 Wamena dikenal pintar menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…