Di sisi lain, Pemprov Papua juga menyoroti tingginya beban biaya listrik pada venue-venue PON yang saat ini masih menjadi tanggungan daerah. Untuk itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak PLN guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Dalam pengelolaan venue, ini kami terbebani dengan biaya listrik. Makanya tadi kami juga mengundang PLN supaya bagaimana mengatasi,” katanya.
Ke depan, Pemprov Papua juga mempertimbangkan pembentukan skema pengelolaan khusus, seperti Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar aset-aset tersebut dapat dikelola lebih profesional dan produktif.
“Kalau sudah berjalan normal, kehati-hatian penggunanya, tata kelolanya baik, mau bentuk UPT atau BLUD itu akan kita pertimbangkan sehingga nanti bisa menghasilkan PAD,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…