Program ini diarahkan untuk membuka peluang usaha mandiri bagi kaum muda, termasuk sarjana yang belum bekerja.
“Pemerintah memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha, serta fokus pada pengembangan pariwisata, pertanian modern, dan UMKM lokal,” terangnya.
Jimmy mengakui, salah satu kendala utama dalam penyerapan tenaga kerja di Papua adalah minimnya investasi akibat persoalan lahan. Oleh karena itu, ke depan pemerintah akan menyederhanakan regulasi agar investor tertarik menanamkan modal, terutama dalam pembangunan industri pengolahan atau hilirisasi.
“Kami juga mendorong proyek-proyek infrastruktur berbasis padat karya tunai dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. “Sinkronisasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri menjadi agenda prioritas pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…
Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias di Nabire, Senin, mengatakan kerusakan…
Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…
Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…