Program ini diarahkan untuk membuka peluang usaha mandiri bagi kaum muda, termasuk sarjana yang belum bekerja.
“Pemerintah memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha, serta fokus pada pengembangan pariwisata, pertanian modern, dan UMKM lokal,” terangnya.
Jimmy mengakui, salah satu kendala utama dalam penyerapan tenaga kerja di Papua adalah minimnya investasi akibat persoalan lahan. Oleh karena itu, ke depan pemerintah akan menyederhanakan regulasi agar investor tertarik menanamkan modal, terutama dalam pembangunan industri pengolahan atau hilirisasi.
“Kami juga mendorong proyek-proyek infrastruktur berbasis padat karya tunai dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. “Sinkronisasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri menjadi agenda prioritas pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…