Program ini diarahkan untuk membuka peluang usaha mandiri bagi kaum muda, termasuk sarjana yang belum bekerja.
“Pemerintah memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha, serta fokus pada pengembangan pariwisata, pertanian modern, dan UMKM lokal,” terangnya.
Jimmy mengakui, salah satu kendala utama dalam penyerapan tenaga kerja di Papua adalah minimnya investasi akibat persoalan lahan. Oleh karena itu, ke depan pemerintah akan menyederhanakan regulasi agar investor tertarik menanamkan modal, terutama dalam pembangunan industri pengolahan atau hilirisasi.
“Kami juga mendorong proyek-proyek infrastruktur berbasis padat karya tunai dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. “Sinkronisasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri menjadi agenda prioritas pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…