Categories: BERITA UTAMA

Pembela HAM Khawatirkan Pilot Susi Air

JAYAPURA – Pasca pembunuhan Michelle Kurisi di Lanny Jaya, Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) pertanyakan nasib pilot Susi Air usai tujuh bulan disandera kelompok Tentara Pembebasan Nasioanal Papua Barat (TPNPB)

Sebagaimana Pilot Susi Air bernama Capt Philip Mark Marthens disandera oleh Egianus Kogoya dan kawan kawannya di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan pada 7 Februari lalu.

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyatakan, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk misi penyelamatan pilot dari tangan Egianus Kogeya dan Komandan Operasi Pemne Kogoya kodap III Dugama-Darakma. Hanya saja, mengalami kesulitan dan tidak membuahkan hasil.

“Dengan kondisi saat ini, secara psikologi. Pilot Susi Air Capt Philip Mark Marthens mulai terancam dan terganggu,” kata Theo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (6/9).

Menurut Theo, peristiwa yang terjadi berturut-turut dalam waktu yang singkat seperti pembunuhan terhadap Michelle Kurisi, pada (28/8) di Kampung Kolawa, Distrik Kolawa, Kabupaten Lany Jaya.

Lalu pada 1 September 2023, terjadi penyerangan di Alguru markas TPNPB yang dilakukan oleh anggota TNI dan kemudian 3 orang tewas. Kemudian terjadi pembunuhan dan penangkapan beberapa kali terhadap masyarakat di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunugan.

“Dari semua rangkaian peristiwa ini, saya percaya bahwa Pilot Susi Air tidak merasa tenang, secara fisik, saya percaya ia merasa terancam dan terganggu, panik dan trauma, kemungkinan keluarga juga mengalami hal yang sama,” terang Theo.

Menurut Theo, nasib pilot akan diselamatkan atau terancam dan kemudian bisa-bisa menjadi korban jiwa kalau tidak hati-hati memperjuangkan keselamatan warga asing itu.

Theo sendiri sebelumnya telah menyampaikan kepada pihak TPNPB untuk menunjukan tim negosianya. Dengan begitu, negosiasi pembebasan pilot dapat dilakukan, namun sampai hari ini belum juga disampaikan dan masih tertutup tim negosiasinya.

“Sebagai pembela HAM di tanah Papua, sangat menghawatirkan dengan situasi akhir-akhir ini, bahwa Pilot Susi Air bisa menjadi korban di tangan TPNPB, ini akan membuat Indonesia mendapat sorotan dari masyarakat Internasional,” kata Theo. (fia/antara/wen)

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

11 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

11 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

12 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

12 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

13 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

13 hours ago