

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono ditemui usai rapat kerja bersama Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI beserta TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9) kemarin. (FOTO:ANTARA/Melalusa Susthira)
JAKARTA-Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa pihaknya menggunakan pendekatan secara persuasif dan tidak melakukan kekerasan dalam upaya pembebasan pilot Susi Air yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
Sebab, kata dia, penggunaan kekerasan dalam upaya pembebasan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dari tangan KKB hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat.
“Kami enggak mau tadi dipancing dengan hal-hal yang sifatnya frontal harus dengan cara-cara kekerasan sehingga yang terdampak, yang rugi pasti akan masyarakat, yang rugi masyarakat. Jadi saya enggak mau, sehingga ya kita tempuh dengan cara-cara yang persuasif,” kata Yudo ditemui usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9) kemarin.
Dia menegaskan pula bahwa upaya pembebasan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama sejumlah pihak.
“Progres tetap kami cari, kami tetap mengutamakan tadi dengan persuasif, dengan bupati, PJ Bupati Nduga, juga dengan tokoh agama, tokoh masyarakat,” kata dia. (fia/antara/wen)
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…
“Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…