Categories: BERITA UTAMA

Belum Ada Petunjuk Untuk Transmigrasi Nasional di Papua

SENTANI – Aksi penolakan dari sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat terkait program transmigrasi nasional di wilayah Indonesia ikut dikomentari Pemkab Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura Esau Awoitouw mengaku, terkait program nasional transmigrasi yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto hinggankini belum ada petunjuk teknisnya. Itu berbeda dengan di daerah luar Papua.

Menurutnya, mendatangkan masyarakat untuk dilakukan transmigrasi nasional seperti program mantan Presiden RI Soeharto biasanya jauh-jauh hari sudah dipersiapkan dengan matang.   Diantaranya, daerah mana yang akan difokuskan untuk warga transmigrasi yang didatangkan, ada berapa Kepala Keluarga, apakah rumahnya sudah dibangunkan atau belum, lahannya sudah disiapkan atau belum dan warga transmigrasi yang didatangkan selama satu tahun akan ditanggung pemerintah untuk kebutuhan bahan pokoknya.

“Jadi harus dipersiapkan jauh – jauh hari. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda dan petunjuk teknis karena butuh perencanaan yang matang  dan tidak asal-asalan,” beber Esau kepada Cenderawasih Pos, Senin (4/11). Selain itu untuk mendapatkan satu lokasi jika itu wilayah baru maka perlu dilakukan komunikasi, koordinasi terlebih dahulu dengan  pemilik hak ulayat serta masyarakat setempat apakah mau menerima atau tidak.

“Dan semua itu juga belum ada petunjuknya,” imbuh Esau. Lalu persoalan lahan lahan yang digunakan nantinya bermasalah atau tidak dikemudian hari, karena di Papua masih sangat tinggi nilai budaya dan hak ulayatnya. Tidak asal mendukung saja dan masyarakat menyerahkan lahan itu, tapi harus butuh pendekatan lainnya.

Oleh karena itu, dengan adanya aksi demo yang dilakukan kelompok mahasiswa maupun kelompok Ormas dan pihak lainnya, Esau berpendapat bahwa hingga kini belum ada petunjuk teknis sehingga besar kemungkinan memang tidak ada program transmigrasi nasional untuk di Papua. “Dan sebenarnya di Papua sudah tidak ada lagi tapi untuk luar Papua ada beberapa Provinsi di Indonesia yang masih mau,” ucapnya.

Dicontohnya Provinsi Sulawesi Tengah daerah Poso sudah ada beberapa ratus KK warga transmigrasi nasional yang didatangkan. Ini juga butuh komunikasi, koordinasi yang baik dengan masyarakat setempat sampai akhirnya ada persetujuan. 

“Saya pikir masyarakat juga tidak perlu panik, kalau belum ada petunjuk pusat lalu aturannya bagaimana dan warga transmigrasi mau di taruh dimana, kemudian selama di Papua siapa yang menjamin kebutuhan mereka dan lainnya,” paparnya.

Oleh karena itu, masyarakat juga harus bisa menelaah setiap  informasi yang diterima dan harus cerdas dalam membaca isi berita. Harus lebih sering mengupdate informasi baru disampaikan e yang lain. Meski demikian  diakui Esau untuk transmigrasi lokal masih bisa dilakukan di Papua. 

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

57 minutes ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

2 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

3 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

4 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

5 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

6 hours ago