Categories: BERITA UTAMA

Polda Papua ‘Tandai’ Tanggal 10 September

Sidang Putusan PSU di Mahkamah Konstitusi

JAYAPURA-Polda Papua mulai menyiapkan langkah pengamanan menjelang sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2025 mendatang.

Hal itu disampaikan Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Ramadhani saat memimpin Apel Konsolidasi Personel di Mapolda Papua, Rabu (3/9). Apel ini digelar dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di wilayah hukum Polda Papua.

Dalam arahannya, Wakapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas keberhasilan mengawal aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 1–2 September 2025. Menurutnya, pengamanan berjalan lancar berkat dedikasi, integritas, serta kekompakan personel meski dengan keterbatasan.

“Dengan semangat kebersamaan, kita mampu menjaga unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan damai. Hal ini membuktikan bahwa meskipun bertugas di ujung timur Indonesia, kita tetap bisa kompak dan profesional dalam melaksanakan tugas,” tegas Brigjen Pol Faizal.

Ia menambahkan, agenda nasional pada 9–10 September 2025 mendatang harus menjadi perhatian serius, terutama terkait putusan MK mengenai PSU Papua. Pengalaman pengamanan sebelumnya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Senada dengan itu, Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Selamat Topan mengingatkan pentingnya evaluasi diri dan pelaksanaan tugas sesuai fungsi masing-masing. “Terima kasih atas pelaksanaan tugas dua hari kemarin. Mari kita evaluasi, minimal dari diri sendiri. Sebagai anggota Polri, kita semua harus berpartisipasi dalam menjaga stabilitas kamtibmas,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menuturkan jumlah personel yang akan diturunkan masih dalam pembahasan. Namun, dipastikan pengamanan akan menyasar objek vital seperti Kantor KPU, pusat perekonomian, hingga fasilitas umum.

“Kita masih melihat situasi. Jumlah personel akan disesuaikan dengan potensi kerawanan di seluruh wilayah Papua. Untuk waktu pengamanan, apakah dimulai H-1 atau langsung pada hari putusan, masih akan diputuskan kemudian,” jelas Cahyo. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu yang beredar, termasuk di media sosial.

“Mari kita jaga situasi jelang putusan ini dengan tidak menjadi pelaku provokasi atau penyebar informasi yang membuat keadaan tidak aman,” pungkasnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

2 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

3 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

4 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

5 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

6 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

7 hours ago