Dirinya mengimbau kepada setiap pengendara truk, agar menggunakan solar subsidi sesuai dengan kebutuhannya, jangan membeli dan kemudian dijual kembali. “Karena jika sampai kedapatan akan dikenakan sanksi bagi siapa saja yang menyalahi aturan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, begitu juga dengan pihak SPBU agar menjual solar subsidi sesuai dengan ketentuannya, ” jelasnya. (fia/rel/ana)
Data Grafis
Penyebab Antrean
1. Kendaraan dari Sarmi, Keerom, Jalur lintas Jayapura-Wamena ambil Solar di Kota Jayapura berimbas ke kuota
2. Pemberlakukan barcode pembelian dibatasi 60-80 liter/hari
3. Banyak proyek-proyek berjalan pada akhir tahun.
4. Ada beberapa SPBU yang tidak lagi menjual solar
5. Pertamina/SPBU tidak memberikan informasi pasti terkait ketersedian solar di SPBU
Upaya yang Perlu Dilakukan
1. Koordinasi lintas pemerintah daerah terkait kendaraan Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Keerom yang mengisi BBM di Kota Jayapura
2. Harus ada pemetaan jumlah kebutuhan, karena kebutuhan dari tahun ke tahun tidak sama.
Sumber: wawancara dari berbagai sumber
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Seksi Layanan dan Kepesertaan TASPEN Kantor Cabang Jayapura, Chafrianty Badoa menjelaskan bahwa sebelum melakukan…
Di tingkat nasional, pemerataan layanan bedah jantung masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa…
Tips persiapan yang tepat akan membuat puasa di bulan Ramadhan berjalan lancar dan tubuh tetap sehat…
Oleh karena itu, mengetahui waktu terbaik untuk minum jus jeruk sangat penting agar setiap tetes vitamin C…
Berdasarkan catatan Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, jenis kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara…
"Kemendikbud telah melakukan visitasi bersama FK Uncen dan beberapa rumah sakit pengampu di Provinsi Papua…