Categories: BERITA UTAMA

Perintah Kalapas: Kunci Semua Pintu Sel

WAMENA– Koordinasi yang dilakukan pihak Upaya Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wamena pasca kaburnya enam narapidana yang melarikan diri 25 Februari lalu diintensifkan. Salah satunya membentuk tim khusus. Kepala Lapas Kelas II B Wamena Victor Yoin Apono mengatakan untuk pengejaran selain tim dari lapas wamena juga menggandeng  TNI/Polri.

Selain Polres Jayawijaya, ada juga 7 polres dari 7 kabupaten yang telah disurati untuk mambantu pengejaran,  selain itu, lapas juga berkoordinasi dengan Satgas Damai Cartenz, Badan Intelejen Negara (BIN), BAIS, Kodam XVII/ Cenderawasih, Kodim 1702/Jayawijaya, Satgas Maleo yang ada di Jayawijaya untuk melakukan pengejaran.

“Hampir semua satuan pengamanan yang ada di Kabupaten Jayawijaya kita libatkan untuk melakukan pengejaran,”kata Vicktor.

Vicktor menyebut saat ini lapas Wamena  sedang memperkecil ruang gerak dari seluruh warga binaan. Ini merupakan konsekuensi apabila ada yang melarikan diri dimana dari petugas akan melakukan sekat atau mengunci semua pintu yang menjadi akses seluruh warga binaan yang ada dalam lapas.

“Jadi ada juga sel atau kamar yang memang harus dikunci terutama kamar tahanan, karena dalam satu blok itu ada yang statusnya narapidana dan ada yang statusnya tahanan, dan yang tahanan ini yang lebih di prioritaskan untuk dilakukan penguncian,”jelasnya.

Enam narapidana yang melarikan diri tidak berada dalam satu sel tahanan namun mereka terbagi di beberapa sel, dan usai mereka ini lari maka kamar-kamar yang mereka gunakan itu yang dilakukan penguncian bagi warga binaan yang masih ada di dalam, artinya aktifitas mereka sementara dibatasi dulu.

“Kami juga membatasi akses kunjungan ke lapas wamena, dan itu memang sesuai dengan SOP apabila terjadi resiko pelarian atau terjadi gangguan kamtib dalam lapas,” ujar Apono.

Seperti diketahui dari enam narapidana yang kabur ini ada Kopi Tua Heluka yang ikut di dalamnya. Kopi Tua merupakan salah satu anggora Kelompok Kriminal Bersenjata yang terbilang sadis dan kejam.  (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

1 day ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

1 day ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

1 day ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

2 days ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

2 days ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

2 days ago