Kata Kapolres ada pelemparan kaca perkantoran, perhotelan, melakukan pembakaran dan ini semua sedang didata. “Semua sedang dicek dan pelan-pelan semoga segera diungkap. Ada yang melempar. Membakar dan merusak. Ini semua akan ditangani teman-teman direskrimum,” beber Victor Mackbon.
Pihaknya juga menyayangkan sebab sepatutnya proses pengantaran jenazah bisa berjalan dengan khidmad namun karena ulah sekelompok orang akhirnya semua berubah menjadi anarkis dan menimbulkan sikap apatis bagi warga yang lain.
Sementara Koordinator Forum Kerukunan Lintas Nusantara (FKLN) Junaedi Rahim menyampaikan bahwa sejatinya banyak masyarakat di Kota Jayapura yang ingin terlibat dalam melepas almarhum Lukas Enembe. Banyak yang ingin berdiri di pinggir jalan untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum.
Namun karena mendengar di Waena terjadi bakar bakaran akhirnya warga memilih mundur dan memproteksi lingkungan masing-masing.
“Saya pikir banyak sekali yang ingin melakukan penghormatan terakhir kepada pak Lukas tapi kalau kondisinya sudah anarkis tentunya masyarakat juga tidak mau kejadian 2019 terulang sehingga mereka memilih kembali menjaga wilayahnya,” singkat Junaedi Rahim. (ade/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…