“Namun kita juga tidak bisa menafikan pertimbangan politik sebagai preferensi gubernur dan wakil gubernur dalam menentukan siapa-siapa pejabat yang akan membantu mereka berdua. Akan ada politisasi birokrasi, tapi kalau bisa cukup 50 persen saja, sisanya diisi oleh ASN birokrat yang berprestasi dan berkinerja baik dan kompetitif,” sambung Yaung.
“Khusus untuk jabatan kursi sekda, akan ada sejumlah nama yang diusulkan oleh gubernur, untuk mengikuti fit and propert test. Namun menurut saya, untuk posisi sekda baru adalah ASN senior,” tutup Yaung.(jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Teka-teki kepemimpinan di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya menemui titik terang. Pihak rektorat resmi…
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…