“Namun kita juga tidak bisa menafikan pertimbangan politik sebagai preferensi gubernur dan wakil gubernur dalam menentukan siapa-siapa pejabat yang akan membantu mereka berdua. Akan ada politisasi birokrasi, tapi kalau bisa cukup 50 persen saja, sisanya diisi oleh ASN birokrat yang berprestasi dan berkinerja baik dan kompetitif,” sambung Yaung.
“Khusus untuk jabatan kursi sekda, akan ada sejumlah nama yang diusulkan oleh gubernur, untuk mengikuti fit and propert test. Namun menurut saya, untuk posisi sekda baru adalah ASN senior,” tutup Yaung.(jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. "Oleh…
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…