Categories: BERITA UTAMA

Yakin Setelah Kunjungan Presiden, Pilot Akan Segera Dibebaskan

JAYAPURA – Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Jayapura, Papua yang hanya selang waktu 3 bulan dari kedatangan sebelumnya dikatakan bukan tanpa misi. Ada beberapa hal yang akan dibahas dari kunjungan ini, salah satunya menurut prediksi salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung adalah berkaitan dengan Smelter di Gresik, Jawa Timur.

Presiden akan meresmikan Pabrik Smelter yang kemudian akan menghentikan ekspor tembaga. Nah Presiden Jokowi sendiri terus mendorong yang Namanya program hilirisasi yang artinya jika Smelter Gresik difungsikan dan ekspor tembaga dihentikan maka Papua patut mendapat bagian yang istimewa.

“Itu yang menjadi Analisa saya dari kedatangan beliau (Presiden) kali ini. Papua itu ada di hati Presiden Jokowi dan itu sangat istimewa, strategis juga prioritas. Presiden Jokowi menginginkan Papua haruslah yang paling pertama mendapatkan keuntungan dari program hilirisasi di bidang pertambangan mineral nanti,” beber Marinus Yaung yang terhubung, Selasa (4/7).

Dijelaskan bahwa Presiden Jokowi menghendaki ketika bulan Mei 2024, Smelter di Gresik selesai dibangun dan diresmikan maka Papua bisa menerima dampak dari kebijakan ini. Karenanya Yaung berharap dari makna tersirat dibalik kunjungan Presiden Jokowi ke Papua ini bisa direspon dengan cepat oleh lembaga perguruan tinggi di tanah Papua agar bisa menyiapkan SDM Papua ke depan untuk kebutuhan hilirisasi industri di Indonesia.

“Saya pikir orang Papua sepatutnya mendukung dan siap mengambil peran strategis dalam program hilirisasi industri ini. Pasalnya hilirisasi industri akan membuat orang Papua, bukanlah bangsa yang kalah atau bangsa pecundang, tetapi akan membuat orang Papua menjadi bangsa pemenang, bangsa yang kuat dan dihormati di tingkat nasional, regional maupun internasional,” paparnya.

Selain itu agenda lain yang diprediksi akan ikutan dibahas adalah  melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan di Papua. Yang berkaitan langsung dengan isu HAM Papua maupun Pilot Susi Air. Ini kata Yaung merupakan suatu kelaziman kepala negara dan kepala pemerintahan di Papua melakukan pertemuan dan membahas isu terkini. “Pasti akan ada laporan dari Kabinda Papua, Kapolda Papua, dan Pangdam Cenderawasih terhadap perkembangan terakhir,” tambahnya.

“Dan setelah kunjungan Presiden Jokowi  ke PNG dan Jayapura, Papua saya pikir pilot Philip Mark Mehrtens juga  akan dibebaskan. Saya sangat yakin akan hal ini,” tutup Yaung. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

18 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

20 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

21 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

22 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

23 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

24 hours ago