Categories: BERITA UTAMA

Hilang di Kebun, Bercak Darah Ditemukan Menempel di Daun

JAYAPURA- Upaya pencarian terhadap Yermias (23) warga sipil di Nduga terus dilakukan anggota Polres Nduga sejak yang bersangkutan dinyatakan hilang di kebun tepatnya di Kampung Andelekio, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Senin (29/3) lalu.

Sebanyak tiga orang saksi telah dimintai keterangan terkait hilangnya Yermias tersebut, mereka di antaranya adalah isteri korban Dapiana Dipak (19), Kepala Distrik Kenyam dan saudara dari pihak korban.

Kapolres Nduga, Kompol I Komang Budhiarta menyampaikan, pihaknya masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Yermias. Sebagaimana TKP hilangnya korban nerjarak 3 Km dari pinggiran Kenyam.

“Isteri korban menyampaikan, saat dirinya berada di kebun, ada orang yang datang ke kebun dan membawa suaminya pergi,” ungkap Kapolres Budhiarta saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (4/4).

Usai suaminya dibawa orang tak dikenal, Dapiana berlari ke salah satu kebun keluarganya untuk melaporkan peristiwa tersebut. Selanjutnya mereka kembali ke TKP untuk bersama-sama mengecek korban.

“Tidak hanya menemui saudaranya, Dapiana juga memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya yang ada di sekitar kebun. Hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian itu ke Polres Nduga dan Koramil,” ucapnya.

Lanjutnya, upaya pencarian terhadap korban masih dilakukan hingga saat ini. Hanya saja terkendala cuaca sehingga ruang gerak anggota di lapangan sedikit terkendala.  

“Kita meminta keluarga untuk kooperatif dalam memberikan keterangan. Karena salah satu hambatan kami yakni keluarga tidak terbuka dalam memberikan keterangan,” ujarnya.

Dalam keterangannya, saksi menurut  Budhiarta tidak menyebut bahwa korban memiliki masalah dengan orang lain. Bahkan di TKP ditemukan bercak darah yang menempel di daun di sekitaran TKP.

“Kita akan tes DNA untuk memastikan darah tersebut darah korban atau bukan. Untuk itu kita sudah minta bantuan inafis dan penyidik dari Polda Papua untuk memastikan darah tersebut,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota TNI yang ada di Nduga, para tokoh serta masyarakat setempat agar tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas.

“Kami sudah komunikasikan hal ini dengan Bupati, bahkan bupati sendiri sudah bertatap muka dengan warga di bundaran kenyam untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

10 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

11 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

13 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

14 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

15 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

17 hours ago