Velix juga mengaku pemerintah sedang menunggu kesepakatan dari kedua kelompok masyarakat ini untuk tidak lagi saling serang karena akibat dari konflik yang terjadi sejak sabtu minggu kemarin, menimbulkan beberapa kerugian material, aktifitas pelayanan masyarakat seperti sekolah dan puskesmas diwilayah tersebut juga harus tutup sampai kehilangan nyawa.
“Pemerintah disini sebagai penengah untuk menyelesaikan masalah ini, mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini agar sehingga pembangunan honai besar Papua Pegunungan ini tidak terhambat,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan hingga saat ini Polres Jayawijaya masih terus menyiagakan personilnya di Ilekma dan Honelama atas, dua tempat ini menjadi lokasi bentrok ini dilakukan agar mengantisipasi apabila ada penyerangan dari salah satu kelompok.
“Kita tetap antisipasi seperti biasa sampai ada kesepakatan dari kedua kelompok ini untuk mengakhiri konflik yang terjadi diantara mereka,” tutupnya. (jo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…