

Polisi saat menggelandang warga yang melakukan aksi pembentangan spanduk yang menolak DOB dan meminta referendum ke atas mobil untuk digelandang ke Mapolres Merauke selanjutnya diminta keterangan, kemarin.(FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos_
MERAUKE-Sebanyak 12 warga Merauke terpaksa berurusan dengan Kepolisian Resor Merauke. Dua belas warga Merauke tersebut digiring ke Mapolres Merauke untuk dimintai keterangan lantaran melakukan aksi dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan menolak Daerrah Otonom Baru (DOB) dan meminta referendum.
Aksi nekat tersebut dilakukan ke-12 warga tersebut di sekitar Pasar Manga Kudamati, Kelurahan Kamandu, Merauke, Jumat (3/6).
Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi TKP dan menggiring ke-12 warga tersebut ke atas mobil untuk dibawa ke Mapolres Merauke, guna menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reserse Kriminal Polres Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum, kepada wartawan terkait dengan ke-12 warga yang diamankan tersebut menjelaskan bahwa mereka diamankan karena selain melakukan kegiatan tanpa mendapatkan izin dari kepolisian, juga karena aksi yang mereka lakukan menentang program pemerintah yang akan melakukan melakukan DOB.
Selain itu, lanjutnya, warga tersebut diamankan karena meminta referendum. Warga yang diamankan karena diduga hendak melakukan makar yang tentu saja melawan negara masing-masing berinisial YA, CS, KK, AY, BW, YM, MP, MY, EK, OE, PK dan OL. “Sementara warga yang kita amankan ini menjalani pemeriksaan. Kita sementara mendalami aksi yang dilakukan tersebut. Jika nantinya perbuatan mereka melawan hukum, maka tentunya kita akan proses hukum lebih lanjut. Tapi sekarang ini, kita masih melakukan pemeriksaan sevara intensif,’’ pungkasnya. (oel/ade/ulo/jo/nat)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…