Dia menjelaskan selain itu 20 persen dari pemasukan BLUD juga dipakai untuk membayar utang rumah sakit. BLUD sendiri bersumber dari klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sewa unit bisnis di lingkungan rumah sakit, portal parkir, biaya penelitian, serta kontribusi mahasiswa yang melakukan praktik di RSUD Jayapura,
“Sedangkan kebutuhan obat-obatan, kami juga meminta dukungan Kementerian Kesehatan,” katanya lagi.
Dia menambahkan selain BLUD, RSUD Jayapura juga menerima anggaran sebesar Rp27 miliar dari APBD Provinsi Papua guna menopang pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ke depan kami terus memberikan pelayanan maksimal dan pengobatan terbaik sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi,” ujarnya. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…