

Dr. Anthon Raharusun ( FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kasus dugaan korupsi dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sempat jadi perbincangan hangat pada akhir Desember 2023 lalu. Ketika itu Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Winoto kepada media menyampaikan soal proses penyelidikan yang sedang dilakukan.
Bahkan sempat menyampaikan bahwa pihaknya akan mengumumkan hasil penyelidikan dan penyidikan pada akhir Januari 2024.
Namun hingga memasuki akhir tahun 2024 ini tak ada tanda – tanda perkembangan penyidikan bahwa kapan akan diumumkan.
Malah terkesan Kejaksaan Tinggi Papua kini bungkam terkait dengan pengungkapan dugaan kasus korupsi dana PON tersebut. Sorotan ini dilayangkan Direktur Papua Anticorruption Investigation, Anthon Raharusun, ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (31/8).
“Tahun 2023 lalu, pihak Kejati Papua lantang bersuara soal kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 6 triliun hingga Rp 8 triliun. Namun hingga saat ini, menjadi pertanyaan publik sudah sejauh mana keseriusan Kejati dalam menangani tindak pidana korupsi tersebut,” bebernya.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…