Categories: BERITA UTAMA

Geruduk Masuk, di Hadapan Gubernur Sekelompok Pemuda Teriak Tolak PSN

Ia menuding masih terjadi perampasan tanah adat dan intimidasi terhadap masyarakat yang menolak proyek-proyek pembangunan di sejumlah wilayah Papua. Stenly juga menyoroti aktivitas pembukaan lahan sekitar 2,6 juta hektare menurutnya telah mengubah bentang alam dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat. “Pemerintah dan perusahaan seharusnya duduk bersama masyarakat adat sebelum masuk ke wilayah adat. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” katanya.

Selain persoalan hak ulayat, kelompok aktivis tersebut menilai sejumlah proyek strategis nasional berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius, mulai dari deforestasi hingga pencemaran sumber air. Mereka menegaskan akan terus mengawal berbagai proyek yang masuk dalam daftar PSN di Papua, termasuk yang berada di wilayah Merauke, Boven Digoel, Sarmi, Arso, Sorong, hingga rencana pengembangan proyek baru di Wamena dan Biak.

“Kami mendesak negara mengevaluasi bahkan menghentikan proyek-proyek yang tidak berpihak kepada masyarakat adat. Bagi kami, hutan bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi ruang hidup orang Papua,” tegasnya. Menurut Stenly, pembangunan harus menjamin perlindungan hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan, bukan semata mengejar investasi dan pertumbuhan ekonomi. “Manusia Papua bisa hidup tanpa uang, tetapi manusia Papua tidak bisa hidup tanpa hutan,” ujarnya.

Meski diwarnai aksi protes, diskusi publik tersebut tetap berlangsung hingga selesai. Forum yang menghadirkan pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan pegiat HAM itu menjadi ruang perdebatan terbuka mengenai manfaat, risiko, serta masa depan Proyek Strategis Nasional di tanah Papua. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Awasi Barang Kedaluwarsa, Disperindag Jayawijaya Ajak Masyarakat Gunakan Layanan PengaduanAwasi Barang Kedaluwarsa, Disperindag Jayawijaya Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Pengaduan

Awasi Barang Kedaluwarsa, Disperindag Jayawijaya Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Pengaduan

Plt Kepala Bidang Perdagangan Yosep Tatogo, S.Sos menyatakan terkait dengan layanan pengaduan konsumen untuk pengaduan…

14 hours ago

BPBD Mimika Imbau Nelayan Waspada Cuaca Buruk di Perairan Pesisir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan…

15 hours ago

Pemkab Mimika Akan Hidupkan Kembali Pasar Mapurujaya

Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…

15 hours ago

Kru Pesta Babi Minta Publik Tak Dihakimi Mama Yasinta

Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…

16 hours ago

Freeport Lepas 10 Ribu Bibit Baramundi dan Seribu Kepiting Bakau

PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…

16 hours ago

Raih Opini WDP Perdana Setelah 17 Tahun, Bupati Mote Apresiasi Dukungan PDIP

–Pemerintah Kabupaten Waropen berhasil mencatat sejarah baru dengan meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari…

18 hours ago