

Aset milik Pemerintah Provinsi berupa mobil dinas dari para mantan pejabat dan pensiunan pegawai negeri yang berhasil ditarik KPK. (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Belum lama ini, Satuan Tugas Koordinasi Supervisi dan Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menarik belasan aset bergerak berupa mobil dinas milik Pemerintah Provinsi dari para mantan pejabat dan pensiunan pegawai negeri.
Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Jeri A Yudianto menyatakan penertiban aset Pemerintah Provinsi Papua sangat konsen dilakukan.
“Penertiban aset Pemprov konsen dilakukan oleh instansi teknis yakni BPKAD Bidang Aset dengan Pihak Inspektorat yang dilakukan pendampingan langsung Tim KORSUPGAH KPK-RI Wilayah Papua,”terang Jeri kepada Cenderawasih Pos, Jumat (2/6) kemarin.
Lanjut Jeri , saat ini sedang dan sementara berlangsung adalah penertiban kendaraan dinas atau roda empat dari 32 Organisai Perangkat Daerah (OPD) yang ada sudah dan sementara berjalan sesuai dengan pendampingan dan anjuran Tim KORSUPGAH KPK-RI.
“Ada enam OPD yang sudah dilaksanakan dan hingga saat ini kendaraan yang ditarik sudah 30 unit kendaraan yang terparkir di halaman Kantor Gubernur Papua,” terangnya.
Jeri mengaku masih akan terus dilakukan untuk beberapa OPD yang lain hingga 9 Juni mendatang. “Kendaraan yang ditarik selanjutnya akan dilakukan analisa kebutuhan di setiap organisasi perangkat daerah, sehingga dapat menunjang operasional SKPD,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Koordinasi Supervisi dan Wilayah V KPK, Dian Patria menyebut, masih ada sekitar 200 mobil atau kendaraan dinas Pemprov Papua lain yang dikuasai pensiunan dan mantan pejabat.
Ia pun meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Papua segera memperbaiki data aset masing-masing.
“KPK akan menertibkan penggunaan aset pemerintah daerah oleh pejabat aktif, pejabat nonaktif, pensiunan, non pegawai negeri, maupun para staf khusus pejabat. Kami masih menunggu data dari masing-masing OPD yang belum mengembalikan, agar bisa digunakan oleh yang berhak,” pungkasnya. (fia/wen)
Terkait ini Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Yahukimo membantah tuduhan yang sempat…
Meneri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk…
Aksi bejat yang tidak bisa diterima akal sehat mengguncang Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). R…
Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda…
Pikiran melayang ke mana-mana padahal kamu sudah mencoba fokus. Menyalahkan diri sendiri malas, tidak disiplin,…
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…