Adapun alasan Frits berada di zona merah karena TKP kehilangam Iptu Tomi berada di zona merah. ”Alasan saya ke daerah konflik bukan persoalan berani atau tidaknya, melainkan negara hadir disana melalui perkuatan ratusan anggota yang dikerahkan untuk melakukan pencarian. Sehingga secara fisik, ada kekuatan yang bisa memberi perlidungan,” ujarnya.
“Yang kedua, sebelumnya saya telah berkomunikasi dengan kelompok sipil bersenjata. Namun bahwa komunikasi saya yang tidak sampai kepada mereka maka saya juga kurang tahu,” sambungnya.
Selain ke TKP tempat dimana Iptu Tomi Marbun hilang. Frits juga mengaku mendatangi beberapa sungai yang ada di daerah Bintuni untuk memintai keterangan warga yang tinggal di sana.
Nantinya semua kondisi lapangan dan keterangan warga maupun aparat akan dijadikan laporan guna disimpulkan secara independen terkait hilangnya Iptu Tomi Marbun ini. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…