Ia menyebutkan, hal ini juga menjadi perhatian Kapolda Papua dan Wakapolri, yang menekankan pentingnya program-program pencegahan jangka panjang. “Ini bukan hanya soal penegakan hukum oleh Polri sebagai law enforcement, tetapi juga peran Polri sebagai bagian dari institusi pemerintah. Kita harus melakukan penangkalan, pencegahan, dan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap kelompok rentan, aparat berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera (deterrent effect), sekaligus diiringi program pembinaan anak-anak dan remaja usia dini agar tidak mudah terjerumus dalam jaringan kekerasan. “Isu pembinaan anak muda ini bukan hanya masalah Yahukimo, tetapi sesungguhnya menjadi persoalan di seluruh Papua,” pungkas Brigjen Faizal. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
"Untuk penumpang yang turun dari KM Dorolonda hari ini sebanyak 1.337 orang. Sedangkan data penumpang…
Meski resmi dibuka beberapa catatan penting yang dapat dipetik dari hasil mediasi dari kedua belah…
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua…
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan…
Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata…
Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah mobil Mitsubishi Triton warna…