Ia menyebutkan, hal ini juga menjadi perhatian Kapolda Papua dan Wakapolri, yang menekankan pentingnya program-program pencegahan jangka panjang. “Ini bukan hanya soal penegakan hukum oleh Polri sebagai law enforcement, tetapi juga peran Polri sebagai bagian dari institusi pemerintah. Kita harus melakukan penangkalan, pencegahan, dan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap kelompok rentan, aparat berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera (deterrent effect), sekaligus diiringi program pembinaan anak-anak dan remaja usia dini agar tidak mudah terjerumus dalam jaringan kekerasan. “Isu pembinaan anak muda ini bukan hanya masalah Yahukimo, tetapi sesungguhnya menjadi persoalan di seluruh Papua,” pungkas Brigjen Faizal. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…
Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…
Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…
Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir.…