Ia menyebutkan, hal ini juga menjadi perhatian Kapolda Papua dan Wakapolri, yang menekankan pentingnya program-program pencegahan jangka panjang. “Ini bukan hanya soal penegakan hukum oleh Polri sebagai law enforcement, tetapi juga peran Polri sebagai bagian dari institusi pemerintah. Kita harus melakukan penangkalan, pencegahan, dan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap kelompok rentan, aparat berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera (deterrent effect), sekaligus diiringi program pembinaan anak-anak dan remaja usia dini agar tidak mudah terjerumus dalam jaringan kekerasan. “Isu pembinaan anak muda ini bukan hanya masalah Yahukimo, tetapi sesungguhnya menjadi persoalan di seluruh Papua,” pungkas Brigjen Faizal. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut merupakan bagian dari tahapan akhir proses penyidikan sebelum memasuki…
Polisi sendiri mengetahui adanya kasus pembunuhan ini setelah mendapatkan informasi adanya seseorang dengan menggunakan sepeda…
Padahal ia meyakini Papua adalah tanah injil, tanah perjanjian yang diberkati oleh Tuhan. Namun melihat…
Lonjakan kasus campak di Indonesia kembali menjadi sorotan internasional. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)…
“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka Erwin, diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitas peredaran…
Salah satu warganet menuliskan bahwa fasilitas di Otonom dibangun menggunakan anggaran negara, bukan milik kelompok…