“Pembangunan yang tidak mengakui etnosains berisiko melanggar prinsip HAM. Sebaliknya, pembangunan yang merangkulnya justru memperkuat kohesi sosial dan kepercayaan publik,” ujarnya. Ia berharap Konferensi APS III tidak hanya menghasilkan rekomendasi dan dokumen akademik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis pada kekuatan budaya lokal.
“Kepada pemerintah daerah, hasil riset ini harus dirumuskan dalam RPJMD, dianggarkan, dan diarahkan pada penguatan kearifan lokal,” katanya. Mugiyato menegaskan Kementerian HAM RI akan terus mengawal agar setiap kebijakan pembangunan di Papua berjalan sejalan dengan prinsip-prinsip HAM. “Mari kita bangun Papua bukan dengan memaksakan keseragaman, tetapi dengan merayakan keberagaman,” pungkasnya. Sekadar diketahui, Konferensi Analisis Papua Strategis III Tahun 2026 di Papua Youth Creative Hub dihadiri juga Gubernur Jawa Barat KDM dan para Bupati Jawa Barat. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan…
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…