

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri bersama istri memberikan potongan tumpeng kepada anggota polisi tertua dan termuda pada perayaan HUT Bhayangkara ke 77 di Mapolda Papua, Koya Koso, Sabtu (1/7).
HUT Bhayangkara Ke 77 Diwarnai Dengan Penyerahan Sejumlah Penghargaan
JAYAPURA – Momen perayaan HUT Bhayangkara ke 77 Polda Papua digelar di Mapolda Papua di Koya Koso Distrik Muara Tami, Sabtu (1/7). Diawali dengan upacara pagelaran pasukan. Upacara ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan anggota Forkopimda.
Kapolda yang memimpin upacara juga menyerahkan sejumah penghargaan kepada anggota Polri yang dianggap berprestasi serta beberapa warga sipil dan ASN yang dianggap memiliki kontribusi terlibat dalam Kamtibmas.
Perayaan HUT Bhayangkara ini akan dilanjutkan sore ini di Mako Brimob Kotaraja sekaligus mendengarkan arahan dari Presiden Joko Widodo.
”Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja keras hingga kini dan mendedikasikan waktunya untuk Polri,” kata Kapolda pada perayaan tersebut.
Meski demikian diakui masih ada sejumlah pekerjaan yang tidak ringan ke depan yang harus diselesaikan, salah satunya menyangkut Pemilu di tahun 2024.
Selain itu masih ada PR lain yakni menyangkut pembebasan sandera Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens. Kata Fakhiri, pada 1 Juli ini biasanya ada beberapa gangguan Kamtibmas. Hingga siang semua kamtibmas dinyatakan kondusif tanpa riak – riak.
”Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila ada anggota Polri yang masih belum bisa memberikan pelayanan yang baik. Ini akan menjadi evaluasi internal kami ke depan dan terus belajar menjadi Polri yang lebih baik serta presisi,” imbuhnya.
Untuk Pemilu kata Kapolda pihaknya terus mematangkan persiapan menyongsog agenda nasional Pemilu tahun 2024.
”Kami siapkan personel serta meminta bantuan dari Jakarta untuk memastikan situasi kamtibmas yang aman. Harapannya semua berjalan tanpa keributan,” tambah Kapolda.
Terkait penyanderaan kata Kapolda ia berharap Kelompok Egianus dan kawan – kawan jika memang mencintai negerinya maka sebaiknya bisa berjuang dengan cara – cara yang bermartabat. Tidak melukai siapa – siapa terlebih masyarakat sipil.
”Saya pikir Egianus juga anak Papua yang mencintai negerinya dan kalau ia peduli dengan tanah ini maka jangan ada yang dilukai. Berjuang tanpa harus melukai,” tutup Kapolda. (ade/ary)
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…