Categories: BERITA UTAMA

Mengasihi Sesama Serta Tidak Menaruh Dendam kepada Orang Lain

Dia pun mengatakan saat disalibkan, serdadu sedadu ini memberikan tanda di atas kepala Yesus, dengan Tulisan INRI atau disebut Yesus adalah raja orang Yahudi.

Dikatakan, meski tanda yang ditempelkan diatas kepala Yesus di Kayu Salib ini sebagai ejekan, tapi sebagai orang yang percaya kepadanya itu bukan sebuah ejekan, namun menggabarkan sebagai sebuah kenyataan bahwa Yesus adalah raja sang Jurus Selamat.

Itulah Yesus yang kita renungkan yang kini menjadi Imam Agung Kita. Sebagai perantara kepada Bapa, karena kepadanya kita dapat memuji Allah, memuliakan Allah, kepadanya kita dapat memohon pengampunan atas dosa dosa kita,” ucapnya.

Dari kisah itu diapun mengajak umat Katolik untuk selalu meneladani kisah Penyaliban Yesus setiap hari. Dengan mengambil sikap setiap hari terhadap Yesus Kristus. Karena manusia kata dia tidak selalu jalan dengan iman yang kokoh. Oleh sebabnya umat Katolik diharapkan dapat mengambil sikap untuk mengasihi sesama. Serta dengan pengampunan dosa, kemudian tidak menaruh dendam kepada orang lain.

“Mari kita wujud nyatakan kasih setia Yesus Kristus ke dalam hidup kita sehari hari,” pungkasnya

Uskup Emeritus Leo Laba Ladjar OFM, mencium salib, pada misa Jumat Agung di Gereja Stasi Agustinus Entrop. (FOTO:Karel/Cepos)

Sementara perayaan Jumat Agung umat Katolik di Paroki Gembala Baik Abepura tampak begitu khidmat, Jumat (29/3).

Suasana ikut mengharukan kala kisah sengsara kematian Yesus Kristus diperankan Orang Muda Katolik (OMK) dan Anak Sekami di Paroki Gembala Baik Abepura tablo jalan salib hidup.

Tablo yang diangkat dari Injil Yohanes Pasal 18 Ayat 1 sampai pasal 19 Ayat 42,  itu diperagaakan terlebih dahulu pada misa Kamis Putih sehari sebelumnya, ini dikenal dengan Perjamuan Terakhir yang Yesus lakukan bersama muridnya lewat cawan anggur yang melambangkan darahnya, dan roti tak beragi yang melambangkan tubuhnya.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, Jumat (29/3/2024) di lapangan, ribuan umat Katolik memadati halaman Gereja Paroki Gembala Baik Abepura menyaksikan Tablo jalan salib.

OMK Paroki Gembala Baik Abepura dalam peran tablo tersebut mengisahkan bagaimana perjalanan hidup Yesus Kristus dahulu saat diadili, disiksa, dan dihukum mati oleh prajurit-prajurit Romawi.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

1 day ago

Presiden Panggil Menhan, Panglima, Kapolri hingga Kepala BIN ke Hambalang

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…

2 days ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 days ago

Kabar Duka Haji 2026: Total Korban Meninggal Jemaah RI Jadi 7 Orang

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…

2 days ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

2 days ago

Bermula Khawatir Susah Bimbingan dan ”Dibantai” saat Sidang

Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…

2 days ago