Categories: BERITA UTAMA

Mengasihi Sesama Serta Tidak Menaruh Dendam kepada Orang Lain

Kisah ini kata dia menggambarkan bahwa setiap orang percaya bahwa Yesus adalah Jurus selamat, namun keyakinan itu tidak begitu mutlak.

“Karena mungkin saja saat-saat tertentu kita ragu apakah Yesus itu Tuhan atau Jurus Selamat kita, seperti kisah Pilatus yang mencuci tangan dimana ia mengaku tidak bersalah atas penyaliban Yesus, itu jugalah yang terjadi pada diri kita,” kata Leo.

Penyangkalan diri yang dilakukan oleh Pilatus yang menyatakan dirinya tidak bersalah atas penyaliban Yesus lanjut  Leo sering kali di lakukan oleh manusia. Dimana tidak mengakui kesalahan, baik dihadapan tuhan maupun sesama.

“Dari kisah ini, kita diajak untuk merefleksi diri bahwa menjadi pengikut ksirtus maka kita harus berani jujur, dan tegas mengatakan salah jika salah, katakan benar jika benar,” tandasnya.

Hal lain yang menjadi cerminan hidup orang Katolik kata Leo, belajar dari pengalaman Simon dari Kirene.

Kisah Simon orang Kirene itu, atau yang direnungkan dalam Perjanjian Baru, atau pada perhentian ke 5 dalam tradisi jalan salib, menunjukan bahwa dia (Simon red) orang pemberani.

Sebab dia berani menerobos serdadu serdadu yang mengawal penyaliban Yesus menuju Golgota kemudian membantu Yesus dengan memikul salib yang di Pikul Yesus menuju bukit Golgota.

“Kisah ini mengajarkan kepada Kita bahwa menjadi pengikut kristus, harus berani seperti Simon, karena menjadi teladan mengikut Yesus itu berat,” ujarnya.

Selain itu Leo juga mengajak umat Katholik untuk menjadi teladan seperti kisah perempuan bernama Veronika.

Kisah Veronika yang direnungkan dalam Perjanjian Baru, atau pada perhentian ke 6 dalam tradisi jalan salib memberikan makna yang besar.

Dimana Veronika berani menerobos serdadu serdadu atau pengawal yesus menuju bukit golgota, hanya ingin  mengusap wajah Yesus yang sedang berlumuran darah dengan kerudungnya sehingga wajah Yesus tergambar dikerudungnya

“Ini sebagai gambaran kecil bahwa kita harus memiliki rasa simpatik kepada semua orang,” tuturnya.

Dikatakan kisah Yesus lainnya saat di Bukit Golgota dimana meski dirinya digantung di Kayu Salib. Namun dia hanya berkata ” Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat”. Kata itu menunjukam bahwa berdiam atau tidak memberokan perlawanan kepada orang lain,  bukan berati menyerah diri, tapi dia mengetahui bahwa dirinya adalah hamba tuhan yang diajarkan dalam Kitab Yesaya.

“Kisah ini menunjukan kepada kita betapa lemah lembutnya Yesus dia relah di Kayu Salib demi menyelamatkan kita,” tuturnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Periksa Secara Manual Tanpa Alat Khusus, Lapor Aparat Jika Ada KecurigaanPeriksa Secara Manual Tanpa Alat Khusus, Lapor Aparat Jika Ada Kecurigaan

Periksa Secara Manual Tanpa Alat Khusus, Lapor Aparat Jika Ada Kecurigaan

Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…

2 days ago

Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Merauke Terancam Dirumahkan

Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…

2 days ago

Curah Hujan Tinggi dan Pasang Laut Picu Banjir

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…

2 days ago

Sekolah Dukung Larangan Anak Miliki Akun Media Sosial

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…

2 days ago

Dua Tersangka Narkotika Diserahkan Ke Kejari

Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…

2 days ago

Kasus Ini Bukan Sekadar Kehilangan Anggota Keluarga, Tapi Simbol Ketidakadilan

Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…

2 days ago