

Jokowi saat memberikan sambutan di Kongres Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) XII Tahun 2024
Bos Freeport Bertemu Jokowi
JAKARTA – Kemarin (28/3) Presiden Joko Widodo menerima Chairman & CEO Freeport McMoran Inc Richard C Adkerson dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Dalam pertemuan itu, yang menjadi pembahasan adalah smelter di Gresik.
Dalam sela-sela pertemuan itu juga dibahas terkait rencana penambahan saham PT Freeport Indonesia yang hingga kini masih alot.Saat memberikan sambutan di Kongres Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) XII Tahun 2024 kemarin, Jokowi sempat pamer kepemilikan saham Indonesia atas Freeport.
Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara. “Jangan ada bayangan di sini Freeport itu (milik) Amerika, sudah Indonesia. Sebentar lagi akan (sahamnya) kita tambah menjadi 61 persen,” kata Jokowi.
Sebelum ke acara tersebut, pertemuan dengan bos Freeport dilakukan di Istana Negara. Jokowi juga menyatakan pendapatan Freeport 70 persen masuk ke negara. “Begitu naik lagi (sahamnya) menjadi 61 persen nantinya, 80 persen (pendapatan Freeport) akan masuk ke negara,” ucapnya.
Di hadapan media, Jokowi menceritakan bagaimana negoisasi yang dilakukan untuk menambah saham kepemilikan Indonesia terhadap Freeport. “Alot banget,” katanya. Saat ini Indonesia memilki 51 persen saham di Freeport.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…