

Dr. Benhur Tomi Mano (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Pasca putusan Makamah Konstitusi yang memutuskan untuk dilakuakn pemungutan suara ulang (PSU), jadi babak baru yang tak terduga dalam lanjutan pesta demokrasi Papua. Dimana Benhur Tomi Mano harus maju dengan pasangan wakil yang baru, mengantikan Yeremias Bisai yang dinyatakan didiskualifikasi oleh MK.
Bagi BTM, ini bukan akhir dari segalanya. Justru sebaliknya, ia melihatnya sebagai kesempatan untuk semakin mengokohkan semangat persatuan dan perjuangan menuju Papua yang lebih sejahtera. “Ini bukan hanya perjalanan saya, tetapi perjalanan kita semua,” ucapnya, Selasa (25/2).
Baginya, Papua bukan sekadar tanah kelahiran atau wilayah administratif yang dipimpinnya. Namun Papua adalah rumah. Dan rumah itu, kata BTM, harus dibangun bersama dengan rasa cinta dan tanggung jawab. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, ia justru memilih menebar optimisme, bukan perpecahan.
“Keputusan MK ini adalah kemenangan yang tertunda, sebuah pengingat bahwa mimpi besar membutuhkan usaha dan kerja keras bersama,” ujarnya.
Tak bisa dimungkiri, keputusan MK sempat mengguncang banyak pihak. Di warung-warung kopi hingga media sosial, diskusi tentang PSU terus bergulir. Namun, BTM menanggapinya dengan kepala tegak.
“Setiap tantangan bukanlah rintangan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan keteguhan hati dan kesungguhan dalam mengabdi,” katanya.
Ini bukan pertama kalinya ia menghadapi ujian. Sejak awal proses pilkada Papua berlangsung, mantan Wali Kota Jayapura 2 periode ini telah melalui berbagai rintangan. Namun, satu hal yang selalu ia pegang teguh, kepemimpinan adalah tentang melayani, bukan sekadar meraih kekuasaan.
BTM tak sekadar pemimpin yang berdiri di podium dan berpidato. Ia ada di tengah masyarakat hal inipun ia telah ia lakukan sejak dahulu saat dirinya bekecimpung didalam dunia politik, menghadiri acara adat, berbincang dengan generasi muda, menjangkau pelosok-pelosok Papua. Kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat, melainkan sebagai saudara, sebagai bagian dari rakyat.
Bagi BTM, kemenangan sejati bukanlah tentang siapa yang duduk di kursi gubernur, tetapi bagaimana Papua bisa melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik.
“Papua adalah rumah kita. Dan rumah ini akan indah jika kita membangunnya bersama,” tegasnya.
Page: 1 2
Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari…
Dijelaskan, dalam pengawasan lapangan yang dilakukan Disperindag bersama Satgas Pangan, masih ditemukan produk makanan dan…
Berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal. Salah satunya melalui Latihan Pra…
Selain lomba presentasi Bahasa Jepang, juga digelar lomba Cosplay, karaoke dan lainnya. Adapun perlombaan tersebut…
Karena itu ia meminta kepada pihak sekolah, terutama orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan dan…
Untuk jadwal keberangkatan, jemaah haji Papua direncanakan tergabung dalam tiga (3) Kloter 27, 29, dan…