

Anggota Binmas Polresta Jayapura Kota saat menjalankan program Si-Ipar di belakang kampus USTJ, Kelurahan Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura, Rabu (5/7). (FOTO:Bidang Humas Polda Papua)
JAYAPURA-Satgas Rasaka Cartenz wilayah Polresta Jayapura Kota melaksanakan Program Si-Ipar (Polisi Pi Ajar) di setiap kelurahan di Kota Jayapura, Papua selama enam bulan terakhir. Progam Si-Ipar ini dapat meningkatkan minat anak belajar literasi.
Rabu (5/7) kemarin, Program Si-Ipar kembali dilakukan di pemukiman warga di belakang kampus USTJ, Kelurahan Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura, Rabu (5/7) yang dipimpin Kasat Binmas Polresta Jayapura Kota, AKP. Heru Prasmono bersama dua anggotanya yakni, Aipda Djufri dan Aipda Nurdin. Dimana sebanyak lima anak diajar pengenalan huruf dan angka, membaca serta berhitung dengan tekun.
“Program Si-Ipar merupakan kegiatan belajar mengajar kepada anak binaan yang secara rutin dilaksanakan Satgas Rasaka hampir setiap hari. Kami mengajarkan proses membaca dan menghitung. Kami juga memeriksa kembali tugas yang telah diberikan sebelumnya untuk dikerjakan di rumah masing-masing anak,” jelas AKP. Heru.
Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Satgas Rasaka Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, mengatakan, Program Si Ipar merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan.(Bidang Humas/nat)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…