

Anak-anak di Kabupaten Nduga, dimana Nduga salah satu Kabupaten yang saat ini belum melaksanakan Bulan Imunisasi karena factor keamanan di daerah tersebut.( FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – 11 dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua belum melakukan Bulan Imunisasi Anak (BIA). Alasannya karena sekolah libur dan belum adanya dana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, 11 Kabupaten tersebut yakni Kabupaten Waropen, Yapen, Supiori, Yahukimo, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai dan Mamberamo Raya.
“Penyebabnya ada beberapa yang mengatakan sekolah libur, namun itu bukan sebuah alasan. Karena usia yang melaksanakan BIA 9 bulan hingga 12 tahun,” kata dr Aaron, Senin (27/6)
“Saya rasa bukan hal yang baru soal suntik imunisasi seperti kebal penyakit campak rubella, suntik kebal penyakit polio, penyakit TBC dan lainnya. Itu hal yang biasa, teman teman di kabupaten/kota kerja saja karena uang akan datang sendiri kalau kita kerja dengan baik,” lanjutnya.
dr Aaron mengimbau kabupaten/kota tetap melakukan Bulan Imunisasi Anak, jangan hanya karena tidak ada uang lantas tidak melakukanya.
“Inikan hanya pekerjaan biasa, kita melaksanakannya untuk anak-anak Papua kedepannya. Untuk Nduga bisa dilakukan di Kabupaten Jayawijaya, sementara untuk Kabupaten Puncak dari sisi keamanan kita tidak bisa paksakan. Namun untuk daerah lainnya harus bergerak,” pungkasnya. (fia/gin)
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…