Sementara itu, Gubernur Papua Matius Fakhri dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, menyebut rakor ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama mewujudkan Papua baru yang maju, harmonis, dan berdaya saing global.
Gubernur menyoroti tantangan pendidikan di Papua, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik, beban administratif kepala sekolah, hingga konsistensi pembelajaran. Ia menekankan pentingnya sistem pendidikan yang kuat, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain penguatan kompetensi guru berbasis konteks lokal, integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, percepatan sertifikasi guru honorer di daerah terpencil, serta pengembangan Kurikulum Noken berbasis budaya lokal.
“Transformasi pendidikan Papua bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun manusia Papua yang cerdas, berkarakter, dan bangga dengan kearifan lokalnya,” ujar Aryoko. (dil/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…