“Pemerintah daerah saat ini sedang menyelesaikan prosedur administratif terkait “tali asih” atau kompensasi adat antar marga sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah komunal,” ujar Bupati Gusbager. Bupati dua periode itu mengatakan jika program cetak sawah ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Ia menyebutkan proyek ini adalah solusi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain pemenuhan kebutuhan konsumsi lokal agar Papua tidak lagi mendatangkan beras dari luar daerah, proyek ini memiliki target pasar internasional ke depannya. “Beras dari Keerom direncanakan untuk kita diekspor juga ke Papua Nugini. Lokasi lahan kita hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari perbatasan negara, sehingga secara logistik sangat memungkinkan untuk mendukung kebutuhan pangan saudara-saudara kita di sana,” pungkasnya. (eri/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…