Categories: FEATURES

Suarakan Luka yang Terpendam, Ajak Perempuan dan Laki-laki untuk Sama-sama Bercermin

Membedah Film “Everybody Lies”, Film Berdurasi Enam Menit di Hari Kartini

Hari Kartini diperingati sebagian orang dengan versinya masing-masing, ada yang mengadakan lomba, menggunakan kebaya dan lainnya. Namun sisi lain diperlihatkan oleh JK Maniagasi lewat pemutaran dan diskusi film Everybody Lies yang digelar di Kediaman Indonesia Art Movenment, Selasa (21/4) malam. Seperti apa suasananya ?

Laporan: Elfira_Jayapura

Jarum jam menunjuk pukul 20:13 WIT. Malam merambat pelan di Jayapura, tetapi di sebuah ruangan berukuran 10 x 6 meter, waktu seolah berhenti. Tak ada suara notifikasi, tak ada cahaya layar ponsel. Yang terdengar hanya isak tangis pelan, lalu pecah, lalu saling bersahutan. Di lantai, perempuan dan laki-laki duduk melantai. Sebagian menunduk, sebagian lain menatap kosong ke dinding yang dipenuhi mural. Kediaman Indonesia Art Movement, Selasa (21/4) malam bukan sekadar ruang berkumpul. Ia menjelma ruang aman dan menampung siapa saja yang ingin bercerita melalui pemutaran dan diskusi film.

Semua bermula dari pemutaran film pendek berdurasi enam menit berjudul Everybody Lies. Film itu sederhana, namun menyentuh mereka yang menontonnya. Diperankan Steven Miagoni sebagai Mike dan Orsila Murib sebagai Maya, cerita yang ditampilkan bukan sesuatu yang jauh. Ia justru terlalu dekat seolah milik banyak orang di ruangan itu.
Usai layar di dinding bercat putih padam, cerita-cerita pun terdengar. “Ada hal yang paling miris,” ujar salah satu peserta, “Ketika anak ingin bercerita, orang tua tidak mendengarkan. Malah disuruh banyak berdoa.”

Ucapan itu menggantung di ruangan tanpa plafon yang berlokasi di Jayapura Selatan. Tak ada yang buru-buru menanggapi. Seolah semua orang pernah berada di titik itu bahwa mereka ingin didengar, tetapi justru didiamkan. Bagi penulis dan sutradara dalam film Everybody Lies, Jesenia Kurniawati Maniagasi, film ini bukan sekadar karya. Ia adalah potongan hidup yang pernah ia jalani. Luka yang pernah ia rasakan, kini ia bagi agar tidak lagi dipendam sendiri.

“Dunia ini sudah terlalu gelap dengan media sosial,” katanya, di teras Kediaman Indonesia Art Movement seusai pemutaran film.

“Film ini bukan hanya untuk perempuan supaya mereka mencintai diri dan berani melawan. Tapi juga untuk laki-laki, supaya belajar menghargai integritas dan perasaan perempuan.”

Dalam film itu, Maya digambarkan berjuang sendirian di dalam relasi yang retak. Hal yang bagi sebagian orang tampak sepele seperti kebiasaan pasangan menyukai unggahan perempuan lain di media sosial justru menjadi luka yang terus berulang. Dibicarakan, tetapi tak pernah benar-benar berubah.
Hingga pada satu titik, perlawanan itu muncul dalam bentuk yang ekstrem yaitu Maya mencukur rambut hingga berdarah. Sebuah adegan yang membuat ruangan itu hening, sebelum akhirnya tangisan pecah.

“Itu bukan sekadar adegan,” kata ibu dua anak ini. “Itu simbol luka. Dan banyak yang tidak sadar, ini bagian dari kekerasan berbasis gender online. Dampaknya langsung ke mental.”

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago