Categories: PARIWARA

Pesan Harmoni Muncul Dalam Parade Tarian Nusantara di Tembagapura

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar parade Tarian Nusantara Kemerdekaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Indonesia. Parade ini  membawa pesan harmoni dalam keberagaman, di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/8).

Ketua Panitia HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Benyamin mengatakan, Tembagapura adalah miniatur Indonesia sebab disana telah tinggal ribuan karyawan yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Dalam kesempatan itu, Parade Tarian Nusantara Kemerdekaan dilaksanakan dengan menampilkan kolaborasi beragam tarian budaya yang dipentaskan oleh berbagai divisi di PTFI. Itu ditampilkan setelah upacara pengibaran bendera.

Benyamin mengatakan konsep parade tarian ini adalah kolaborasi antara berbagai divisi di PTFI dengan kelompok-kelompok paguyuban budaya di Tembagapura.

Proses latihan yang melibatkan 10 anggota dari masing-masing kelompok, berlangsung selama kurang lebih tiga pekan. “Dari Tembagapura kami ingin menyampaikan pesan agar kita senantiasa harmoni dalam keberagaman,” ungkap Benyamin.

Pantauan Cenderawasih Pos, para karyawan tampil beda dalam parade tarian ini. Mereka mengenakan busana adat dari berbagai daerah lengkap dengan asesorisnya.

Sepanjang tarian yang diiringi musik tradisional kedaerahan itu, ribuan penonton yang menyaksikan dari pinggir lapangan bola Tembagapura tampak ikut bergoyang. Parade ini diawali dengan penampilan kolaborasi antara Divisi Learning and Organization Development dan kerukunan masyarakat Sumatera Selatan, yang membawa nuansa khas Sumatra. Selanjutnya, Divisi Concentrating bersama ikatan keluarga Minang menampilkan Tarian Pasambahan.

Parade berikutnya dipersembahkan Divisi Security Risk Management bersama Perkumpulan Keluarga Batak Tembagapura yang membawakan Tari Tortor. Mewakili Budaya Bali, Divisi Grasberg Earthwork menampilkan Tarian Bisma Siwa Silala dilanjutkan Divisi Mining Safety bersama Paguyuban Ngayogjokarto, Cilacap, Solo menyajikan tari kolaborasi khas Solo dengan kostum yang unik.

Sementara itu, Divisi Underground Mine menampilkan budaya Jawa Timur dalam Tarian Prajurit Kesatria. Kemudian Divisi Geo Engineering dan Environment tampil bersama Paguyuban Mitra Riung Gunung menghadirkan budaya Sunda melalui Tarian Sisingaan.

Divisi Manpower Management yang berkolaborasi dengan Paguyuban Keluarga Kalimantan, membawakan Tari Burung Enggang dan Tari Perang khas suku Dayak. Divisi Central Services bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan menghadirkan Tari Mappadendang dan Divisi Facilities Town Management & Management Information System bersama Kerukunan Keluarga Toraja Tembagapura menyajikan Tari Pa’gellu, sebuah tarian Budaya Toraja yang penuh kegembiraan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

9 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

15 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

20 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

21 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

24 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

1 day ago