

Vice President Environmental PT FI, Gesang Setyadi menyerahkan bibit pohon bambu petung kepada pemerintah provinsi Papua yang diterima oleh Plt asisten 2 setda Provinsi Papua, Suzana Wanggai di Buper Waena, Rabu (16/11) kemarin. (foto:Mboik Cepos)
JAYAPURA-PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam Program Penyelamatan Cagar Alam Pegunungan Cycloops melalui gerakan penanaman 66.666 ribu bibit bambu atau sepanjang 78 km batas penyanggah (buffer zone) sebagai tanda batas Cagar Pegunungan Cycloops.
Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi mengatakan, tujuan dari kegiatan penanaman bambu ini adalah menyelamatkan Cagar Alam Pegunungan Cycloops dari gangguan dan kerusakan yang mengakibatkan degradasi dan deforestasi, menyediakan batas di alam yang jelas kepada masyarakat untuk membedakan ruang yang masuk Cagar Alam Pegunungan Cycloops dan yang bukan, serta mencegah terjadinya longsor dan banjir yang dapat mengancam wilayah Kabupaten Jayapura.
“Bantuan bibit bambu yang kami berikan adalah jenis bambu petung atau dikenal dengan nama Dendrocalamus asper. Jenis bambu ini memiliki ukuran lingkar batang yang besar dapat mencapai tinggi 20 m dengan panjang ruas 40-50 cm dan garis tengahnya dapat mencapai 20 cm.
Manfaat bambu petung sangat banyak terutama dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk konstruksi pelbagai bangunan, tiang rumah, jembatan dan titian karena ukurannya yang tebal, kuat dan awet. Bambu ini kami datangkan dari Yogyakarta” kata Gesang Setyadi saat menyerahkan bantuan bibit pohon bambu di Kawasan penyangga Buper Waena, Kamis (16/11).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…