Categories: PARIWARA

Bupati Gusbager Tekankan Kemandirian Daerah dan Transformasi Karakter ASN

Kabupaten Keerom Rayakan Hari Ulang Tahun ke-23

KEEROM – Kabupaten Keerom telah berusia 23 tahun pada tanggal 12 April 2026. Peringatan puncak hari jadi kabupaten tersebut diselenggarakan di Kantor Distrik Arso Timur, Minggu (12/4) kemarin. Dalam acara tersebut, Bupati Keerom, Piter Gusbager meluncurkan beberapa program strategis.

Diantaranya, penyerahan 4 mobil ambulance, 1 speadboad (puskesmas keliling) dan 4 motor kepada pusekesma atau tenaga kesehatan serta guru, pembangunan 9 puskesmas dan pustu yang sudah rampung 100 persen di tahun 2026. Kemudian penetapan beberapa nama ruas jalan utama, penyerahan insentif kepada tokoh adat dan agama, penyerahan hak cipta batik dan lagu bupati keerom, penyerahan tanda kehormatan satyalancana karya satya kepada ASN dan TNI/Polri yang purna tugas serta pengumuman lomba-lomba HUT Keerom. Serta beberapa program strategis lainnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga memberikan kado terindah dengan penyerahan CPNS formasi 2024, pengumuman PPPK yang lulus 100 persen. Selain menyampaikan program strategis, Bupati Gusbager juga mengatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur pemerintahan di tingkat distrik hingga kampung sangat perlu.

Sebab target utama Pemerintah Kabupaten Keerom saat ini adalah mengubah status daerah dari sekadar penyangga menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi. Ke depannya, pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan yang terfokus pada potensi unggulan daerah guna mewujudkan visi Keerom Maju yang Transformatif, Mandiri, Bermartabat, dan Berkelanjutan.

Bupati Keerom, Piter Gusbager dan Wakil Bupati Daud saat memotong tumpeng puncak HUT Keerom ke-23 di halaman Kantor Distrik Arso Timur, Minggu (12/4).

Dalam arahannya, Bupati dua periode itu menekankan pentingnya perubahan mentalitas bagi ASN serta aparat TNI-Polri yang bertugas di wilayah Keerom. Ia menginstruksikan agar seluruh pelayan publik mengedepankan pelaksanaan kewajiban sebelum menuntut hak.

“Kita harus menerapkan prinsip memberi sebelum menerima dan melayani sebelum dilayani. Inilah dasar transformasi yang kita harapkan untuk membangun orang Keerom,” ungkap Bupati Gusbager.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi perhatian khusus. Bupati meminta para tenaga pendidik untuk fokus pada pembentukan karakter siswa sejak dini. Sebagai langkah nyata dalam mendukung sektor pendidikan, Bupati mengumumkan kelulusan bagi P3K yang dapat diakses melalui akun masing-masing peserta. Pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga guru di seluruh wilayah, mulai dari Distrik Skanto hingga Distrik Towe.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

4 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

5 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

6 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

7 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

8 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

9 hours ago