

Suzana Wanggai (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Biro Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri, Suzana Wanggai menjelaskan, terkait akses perbatasan, pihaknya telah mengelar rapat bersama pemerintahan PNG yang akan dilaksanakan Mei 2021 lalu.
“Dalam pertemuan tersebut, kami membahas mekanisme untuk mengatur terkait perdagangan. Selain itu, pada 23 November lalu kami juga melakukan pertemuan di Biak untuk membahas permintaan Pemerintahan PNG yakni melakukan pertemuan khusus di PNG,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (10/12).
Kemudian dilanjutkan lagi pada 6 Desember 2021, di mana kedua negara membicarakan terkait pembukaan kembali pintu masuk dan keluarnya perbatasan Indonesia – PNG.
“Kami juga membahas tentang bagaimana cara mengaktifkan ekonomi kita selama masa pandemic, dengan demikian kedua pemerintah sepakat agar akses ini segera dibuka kembali,” tambahnya.
Namun dirinya juga mengakui bahwa, dengan melihat kondisi saat ini, kedua negara saling mempertimbangkan adanya ancaman virus varian baru walaupun di kedua negara belum ada. (ana/ary)
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…