

Jean Janner Gultom, (kanan), selaku Tim Kuasa Hukum dan Wekis Wonda (kedua dari kanan) selaku ketua tim pemenangan, bersama anggota tim pemenangan calon Bupati Puncak Jaya, Miren Kogoya dan Wakil Mendi Wonerengga, saat jumpa pers di Jayapura, Sabtu (7/9). (Karel/Cepos)
JAYAPURA-Pasangan calon Bupati Puncak Jaya Miren Kogoya dan wakil Mendi Wonerengga mantapkan diri maju di pilkada 2024. Keduanya telah resmi mendaftar ke KPU Puncak Jaya pada Selasa (27/8), kemudian setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan.
Seiring berjalannya waktu, dimana saat ini penyelenggara pemilu sedang melakukan verifikasi faktual berkas pencalonan paslon di Kementrian Pendidikan Tinggi (Kemendikti), ataupun di berbagai perguruan tinggi, sebagai almamater paslon.
Tampak ada oknum yang berusaha menjegal langkah paslon Miren-Mendi. Oknum tersebut bukan penyelenggara pemilu, tapi mengecek keabsahan ijazah, calon bupati, Mendi, di setiap kampusnya.
“Awalnya kami dengar informasi bahwa ada oknum yang pergi cek ijazah bapak Mendi, Kami coba cek, dan ternyata benar Jumat (6/9) kemarin kami tangkap basah pelaku itu di STISIPOL Jayapura, tempat bapak mendi kuliah,” jelas Weki Wenda di Jayapura, Sabtu (8/9).
Pihaknya kata Wekis, belum mengambil sikap tegas soal ini, hanya saja pihaknya meminta, tindakan semcama ini tidak lagi terjadi, karena itu akan merugikan paslon bupati yang saat ini sedang berkontestasi di Puncak Jaya. Tahapan verifikasi faktual itu ranahnya KPU, lalu kenapa kita yang masyarakat yang cek ijasah paslon di perguruan tinggi ada apa,” tandasnya.
Pihaknya meminta langkah tersebut segera dihentikan. Karena pilkada Puncak Jaya, hanya diikuti 2 paslon. Jika upaya semacam ini masih terus terjadi, maka akan terjadi konlfik horizontal.
“Tentunya Kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi, sehingga kami berharap tindakan semacam ini segera dihentikan,” tegas Wekis.
Page: 1 2
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…