“Pertimbangan bahwa kita umat Kristiani besok akan memasuki hari Jumat Agung dan Paskah pada Hari Minggu, dan juga saudara-saudari kita umat Muslim sebentar lagi memasuski Idul Fitri. Kita berdiskusi dan berdialog sehingga masyarakat sepakat buka palang itu,” tutur Pj Bupati Marthen Kogoya.
Dikatakan pula, pembukaan palang jalan di Distrik Poganeri dengan jaminan sesuai aspirasi masyarakat bahwa suara yang diperoleh ketiga caleg di atas harus dikembalikan berdasarkan perolehan suara di lapangan.
“Perolehan di lapangan dan juga hasil pleno KPU Kabupaten yaitu di Hotel Fox Jayapura, itu sudah disahkan oleh KPU. Tetapi setelah KPU Kabupaten Pleno di tingkat Provinsi, suara itu dihilangkan. Disinyalir seperti itu sehingga masyarakat tidak puas atau tidak menerima apa yang dilakukan oleh KPU lalu mereka palang jalan. Pemalangan sudah 3 hari. Pada hari ketiga kita naik, dan puji Tuhan palang jalan sudah dibuka. Sekarang akses transportasi sudah lancar,” ucap Pj Bupati Marthen Kogoya.
Proses mediasi pembukaan palang jalan berjalan aman dihadiri Pj Bupati Marthen Kogoya, Kapolres Tolikara Kompol Irianto John, S.Sos.,M.H, Kasdim Kodim 1716/Tolikara Mayor Inf Edi Ponco Wibowo, Wadanyon 721 Makkasau, Danpos Brimob, aparat TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan bersama masyarakat Distrik Poganeri dan Distrik Wunin.(Diskominfo Tolikara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…