

Kepala Biro PBJ Papua Debora Salosa saat memberikan keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/9). (Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Provinsi Papua mengajak para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat untuk memanfaatkan layanan Katalog Elektronik (e-katalog) lokal agar mendapatkan banyak keuntungan.
Kepala Biro PBJ Papua Debora Salosa menyatakan, Pemerintah Provinsi Papua mendapatkan target dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yakni 100 produk namun kini sudah mencapai 190 produk.
“Kami ingin sebanyak-banyaknya para pelaku UMKM Papua yang masuk dalam e-Katalog lokal,” kata Debora kepada wartawan di Jayapura.
Lanjut Debora menjelaskan, banyak produk-produk lokal harus segera didorong masuk di e-Katalog lokal, sehingga jenisnya semakin beragam dan para pelaku usaha di Papua dapat naik kelas.
“Kami akan melakukan sosialisasi dan imbauan serta membuka stand untuk mempermudah para pelaku usaha mendapatkan informasi terkait tata cara pendaftaran masuk e-Katalog lokal,” jelasnya.
Dijelaskan Debora, tidak ada persyaratan khusus untuk masuk ke e-Katalog lokal. Hanya saja pelaku usaha perlu memiliki data diri elektronik dari situs LPSE setelah proses itu, penyedia jasa juga harus memiliki KTP, NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kemudian para pelaku usaha dapat memasang produknya pada etalase yang sudah disiapkan, sehingga tidak ada yang sulit pada prosesnya,” pungkasnya.
Menurutnya, banyak UMKM Papua yang sudah layak masuk e-Katalog Lokal, tinggal bagaimana mempertahankan kualitas serta secara berkesinambungan menghasilkan produk. (fia)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…