Categories: PAPUA TENGAH

KPU Harus Perhatikan  DPT yang Tidak Sesuai Domisili Pemilih

JAYAPURA-Calon Walikota Jayapura Boy Markus Dawir atau akrab disapa BMD meminta KPU Kota Jayapura memperhatikan secara baik Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Jayapura.

  Pasalnya menurut Paslon Nomor urut 03 ini, DPT Kota Jayapura saat ini masih amburadul. Dimana data yang tertera pada DPT online tidak sesuai dengan domisili pemilih.

   “Contoh kasus seperti saya, saya tinggal di Entrop tapi DPT ada di Jaya Asri, bagaimana bisa nama saya ada di TPS Jaya Asri,” ujarnya Rabu (25/9) kemarin kepada Cendrawasih pos.

   Penempatan DPT, kata dia, sangat berpengaruh pada tingkat partisipasi publik. Bila tidak sesuai dengan domisili, maka tingkat partisipasi publik untuk mengikuti pemilu akan semakin rendah.

  “Orang akan malas ke TPS kalau namanya dibuang jauh dari tempat tinggal, hal seperti ini sangat rentan terjadi di pemilu Kota Jayapura,” bebernya.

   Jika partisipasi publik semakin menurun, maka tentu akan berpengaruh pada kemenangan kandidat. Untuk itu disiah waktu 2 bulan jelang Pemilukada berlangsung data DPT Kota Jayapura harus segera dirubah.

    “Kalau memang tidak bisa dirubah 100 persen, minimal 50 persen, karena sangat berpengaruh pada kemenangan kandidat,” ujarnya.

   Dikatakan masalah DPT ini sudah diimbau sejak dirinya mendaftar sebagai bakal calon Walikota Jayapura di KPU Kota Jayapura pada, 29 agustus lalu, akan tetapi dari hasil pemantauan lapangan maslah tersebut belum juga diselesaikan.

   “Saya sudah ingatkan berkali kali, tapi masih saja tidak digubris, saya harap 2 bulan jelang pemilukada ini berlangsung KPU bisa lakukan perbaikan soal domisili,” imbuhnya.

   Penempatan DPT yang tidak sesuai domisili kata mantan DPRP itu menjadi faktor utama munculnya politik uang. Oleh sebab itu KPU sebagai penyelenggara pemilukada di Kota Jayapura wajib memastikan warganya sudah terdata di DPT sesuai domisili masing masing.

   “Kota Jayapura ini biasa kita sebut sebagai Dapil angker, ini terjadi karena masyarakat tidak terdata sesuai domisili, sehingga kadang kala namanya dipakai orang lain, ini yang perlu kita hindari,” tandasnya.

   Pemuktahiran data pemilih di Kota Jayapura dianggap mudah, karena selain aksesnya yang mudah diamjangkaut tapi juga didukung dengan faktor jaringan yang cukup kuat. Sehingga tidak ada alasan bagi KPU maupun oenyelenggara pemilu lainnya memperbaiki data pemilih.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

22 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago